Tampilkan postingan dengan label Curhatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhatan. Tampilkan semua postingan




Sesungguhnya deraan ujian adalah sesuatu yang mesti dihadapi oleh semua insan yang telah menyatakan dirinya beriman. Karena dengan ujian itulah akan menjadi jelas; siapa yang jujur dan siapa yang dusta. Dengan ujian tersebut akan terlihat kualitas keimanan seorang hamba.

Namun ujian yang datang silih berganti, cobaan yang mendera tak kenal henti, terkadang membuat banyak orang berjatuhan dijalan kebenaran yang seharusnya ditempuh sampai mati. Tekad yang telah dibulatkan untuk meniti jejak generasi pilihan, langkah yang sudah mulai diayunkan untuk menapaki jalan yang diridhai oleh Ar Rahmaan, tidak jarang kandas ditengah jalan karena tak kuasa menahan pahit-getirnya perjuangan.

Oleh karena itu, goresan pena yang sederhana ini sengaja kutulis. ku haturkan…

Kepada anda yang belum lama merasakan manisnya meretas jalan kebenaran…



Kepada anda yang baru saja mulai mengayunkan langkah dibawah naungan hidayah dengan berbekal keikhlasan…

Kepada anda yang telah berpatri hati untuk meniti jalan manusia pilihan…

Kepada anda yang tengah merasakan pahitnya keterasingan ditengah-tengah masyarakat yang telah jauh dari bimbingan kenabian…

Kuhaturkan beberapa kalimat yang sederhana ini, dengan membawa setangkai harapan… semoga ini bisa meringankan bebanmu, lebih memantapkan langkahmu untuk terus maju menggapai keridhoan Rabbmu dan menghilangkan semua kegundahanmu. Bahkan lebih dari itu, semoga dengan ini, semua kesedihan akan menjelma menjadi sikap optimis dan rasa gembira, sebagai ungkapan syukur kepada Allah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia. Selanjutnya, mudah-mudahan bisa lahir keceriaan dihatimu dan tersimpul senyuman manis diwajahmu...

Ya! Tersenyumlah wahai saudaraku, wahai pembawa obor kebenaran ditengah gulita kebatilan!!

Allah I mengingatkan:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُون

"Katakanlah: "Dengan karunia Allah jua dan dengan kasih-sayang-Nya-lah, dengan yang demikian itu hendaknya mereka bergembira! Itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". QS. Yunus: 58.

a. Engkau adalah Orang Mulia, Meskipun Banyak Yang menghinakanmu!

Saudaraku! Kita sekarang dizaman akhir. Masa kenabian telah lama berlalu meninggalkan kita. Kurang lebih dari 14 abad yang lalu Rasulullah r telah dipanggil oleh Allah I untuk menyusul kawan-kawannya yang mulia; dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhadaa' dan orang-orang yang shaleh.

Coba perhatikan air sungai yang mengalir menuju sebuah muara! Seiring dengan semakin jauhnya ia dari sumber mata airnya maka semakin keruh dan kotor pula keadaannya. Demikianlah kira-kira keadaan Islam yang diamalkan oleh mayoritas kaum muslimin saat ini. Banyak sudah sampah-sampah idiologi yang disusupkan kepadanya dan bid'ah yang dianggap sebagai bagian darinya… Hal ini membuat orang yang tidak memiliki pijakan yang kokoh dalam beragama dengan mudah ikut hanyut dibawa aliran air sampah tersebut.

Namun, kendati demikian, seorang muslim tidak patut bersedih hati. Disana masih ada kawasan air jernih yang masih terjaga dan belum terjamah oleh kotoran apapun. Air pada kawasan tersebut sangat bersih dan bening, sehingga sedikit saja kotoran yang masuk ke dalamnya dengan mudah dapat dikenali dan disingkirkan. Ketahuilah, sesugguhnya Allah I telah menjamin terpeliharanya kebenaran sampai saat datangnya angin yang berhembus lembut menjelang hari kiamat nanti, –yang dengan izin Allah I- angin tersebut akan merenggut jiwa semua orang beriman yang disentuhnya.

Rasulullah r bersabda:

لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق لا يضرهم من خذلهم حتى يأتي أمر الله وهم كذلك

"Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang menang diatas kebenaran; tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka sampai datang keputusan Allah I, sementara mereka dalam keadaan demikian"[1].

Para pengemban Sunnah Nabi r yang suci akan senantiasa memperoleh pertolongan dari Allah I sehingga mereka akan senantiasa dimenangkan atas musuh-musuh mereka sampai datang keputusan dari Allah I, yaitu hari kiamat. Hari kiamat yang dimaksud disini adalah hari kiamat yang khusus bagi mereka, bukan hari kiamat saat hancurnya alam semesta, karena itu tidak akan terjadi melainkan pada seburuk-buruknya manusia. Baginda Rasul r bersabda:

لا تقوم الساعة حتى لا يقال في الأرض الله الله

"Tidak akan tegak hari kiamat sampai tidak terdengar lagi orang yang menyebut: "Allah…Allah…" diatas permukaan bumi".[2]

Imam al Hakim rahimahullah telah meriwayatkan sebuah hadits dari jalan 'Abdullah bin 'Amr bin al 'Ash t bahwasanya ia berkata:

ثم يبعث الله ريحا ريحها ريح المسك و مسها مس الحرير فلا تترك نفسا في قلبه مثقال حبة من الإيمان إلا قبضته ثم يبقى شرار الناس عليهم تقوم الساعة

"Kemudian Allah I akan mengirim angin yang berhembus; aromanya seperti aroma misk[3] dan sentuhannya seperti sentuhan sutera. Angin tersebut tidak membiarkan satu jiwa pun yang dihatinya terdapat keimanan sebesar biji dzarrah melainkan direnggutnya. Kemudian yang tersisa adalah seburuk-buruknya manusia. Pada merekalah hari kiamat akan terjadi".[4]. [5]

Sungguh, hadits ini ibarat tetesan embun dipagi hari yang membasahi hati semua orang beriman… ia laksana segelas air dingin ketika dahaga menyapa… atau bagaikan secercah cahaya disaat gulita semakin pekat dan mencekam… seorang mukmin yang mendengarnya pasti akan memanjatkan syukur yang sebanyak-banyaknya kepada Allah I.

Betapa tidak! Ini adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah I anugerahkan kepada umat ini. Allah I tidak membiarkan mereka semuanya linglung ditengah-tengah belantara kesesatan tanpa ada bimbingan… Atau kebingungan dalam gulita kerusakan tanpa ada yang mengarahkan… Sesungguhnya Allah I telah memutuskan akan adanya para pembawa lentera kebenaran yang menerangi jalan cinta dan keridhoan-Nya bagi siapa saja yang ingin menitinya, sampai hari kiamat nanti.

Saudaraku, bila engkau komitmen dengan Sunnah Nabi r, sungguh, engkau adalah salah seorang pembawa lentera tersebut! Engkau senantiasa akan berjaya dengan kebenaran yang engkau bawa, meskipun banyak orang yang menghinakanmu...

b. Engkaulah Saudara Rasulullah r yang Dirindukannya!

Zaman kita sekarang adalah zaman keterasingan. Islam yang murni sebagaimana yang ada dimasa kenabian sudah tak banyak yang mengenalnya. Kemungkaran telah dianggap sebagai kebaikan, bid'ah telah dianggap sebagai sunnah, bahkan kesyirikan telah dijadikan sebesar-besarnya ketaatan pada sebagian kalangan. Demi Allah, ini benar-benar fitnah[6] dan kerusakan yang nyata!!

Fitnah dan kerusakan yang menimpa umat Islam saat ini, sebenarnya, semenjak 14 abad yang silam telah dikabarkan dan diwanti-wanti oleh Rasulullah r. Hal ini terlihat jelas dalam atsar yang diriwayatkan secara mauquuf[7] dengan jalan shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud t. Suatu ketika Ibnu Mas'ud t berkata:

كيف أنتم إذا لبستكم فتنة يهرم فيها الكبير ، ويربو فيها الصغير ، ويتخذها الناس سنة ، إذا منها شيء قيل : تركت السنة ؟ قالوا : ومتى ذاك ؟ قال : إذا ذهبت علماؤكم ، وكثرت قُراؤكم ، وقَلَّت فقهاؤكم ، وكَثُرت أمراؤكم ، وقلَّتْ أمناؤكم ، والتُمِسَتِ الدنيا بعمل الآخرة ، وتُفُقهَ لغير الدين

"Bagaimana keadaan kalian saat fitnah[8] datang menimpa; orang dewasa menjadi renta padanya, anak-anak tumbuh-berkembang didalamnya, dan orang-orang pun menjadikannya sebagai sunnah. Bila fitnah itu dirubah sedikit saja, maka orang-orang akan mengatakan: "Sunnah telah ditinggalkan".

Seseorang bertanya: "Kapan itu akan terjadi?".

Ibnu Mas'ud t menjawab: "Bila para ulama kalian telah tiada, semakin menjamur para qari' ditengah-tengah kalian, semakin sedikit ahli fiqh, semakin banyak orang yang memerintah namun semakin sedikit para pemegang amanah, serta dunia telah dikejar dengan amalan akhirat dan orang-orang sibuk memperdalam ilmu selain ilmu agama".[9]

Dalam Risaalah fiy Qiyaam Ramadhan, setelah membawakan atsar ini, al Haafizh al Albaani rahimahullah berkomentar: "Hadits ini merupakan salah satu tanda kenabian Nabi r dan kebenaran risalah yang beliau bawa; karena sesugguhnya tiap-tiap point yang ada padanya benar-benar terjadi pada zaman kita sekarang. Diantaranya adalah bertebarannya bid'ah dan orang-orang terfitnah dengannya hingga mereka pun menganggapnya sebagai sunnah dan menjadikannya sebagai suatu agama yang diikuti".[10]

Subhaanallaah! Memang demikianlah kondisi kita sekarang! Maka wajarlah bila seorang yang berusaha untuk mengamalkan sunnah saat ini akan menghadapi berbagai ujian dan cobaan…

Saudaraku, hal ini memang sulit dan butuh perjuangan!! Namun, ini tidak perlu membuat kita hanyut dalam kesedihan yang tak berkesudahan.

Kenapa harus bersedih?!

Bila anda adalah orang yang komitmen dengan Sunnah Rasulullah r maka -demi Allah- anda adalah orang mulia lagi terhormat!! Anda adalah saudara Rasulullah r!!

Dengarkanlah apa yang disampaikan oleh sahabat yang mulia, Abu Hurairah t berikut ini!

Abu Hurairah t menuturkan: " Nabi r pernah memasuki areal pekuburan lantas beliau berucap: "Salam 'alaikum wahai (penghuni) negeri orang-orang beriman! Kami pun –insya' Allah- suatu saat akan menyusul kalian. Duhai, alangkah rindunya hati ini untuk melihat saudara-saudaraku".

Para sahabat pun bertanya: "Ya Rasulullah! Bukankah kami adalah saudara-saudaramu?".

Rasulullah r menjawab:

أنتم أصحابي, وإخواننا الذين لم يأتوا بعد

"Kalian adalah sahabat-sahabatku, sedangkan saudara-saudaraku adalah orang-orang yang belum kunjung datang sampai saat ini".

Para sahabat bertanya: "Bagaimana engkau mengenal orang yang belum datang dari umatmu ya Rasulullah r?".

Nabi r menjawab: "Bagaimana pendapatmu sekiranya seorang memiiliki seekor kuda yang berbulu putih pada jidat dan kaki-kakinya ditengah-tengah sekawanan kuda yang hitam legam warnanya, bukankah dengan mudah ia akan mengenali kudanya?".

Para sahabat menjawab: "Benar ya Rasulullah!".

Rasulullah r melanjutkan: "Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan bercahaya putih pada jidat, kaki dan tangan mereka karena (bekas air) wudhu' sementara aku telah menanti mereka ditelaga. Ketahuilah! Sesungguhnya akan ada beberapa orang yang kebingungan mencari telagaku sebagaimana bingungnya onta yang tersesat, lantas aku memanggil-manggil mereka: "Marilah kesini!", namun kemudian ada yang mengatakan: "Sesungguhnya mereka telah merubah (agama mereka) setelah engkau tiada", maka aku pun berkata: "Enyahlah kalian dariku!! Enyahlah kalian dariku!!".[11]

Apa pedulinya seorang muslim, sekiranya banyak orang menghinakannya, bilamana ia dimuliakan oleh Allah I dan Rasul-Nya r?

Apa pedulinya seorang muslim, sekiranya orang-orang dekatnya tega memutuskan tali persaudaraan dengannya hanya karena ia komitmen dengan sunnah Nabi r, bilamana ia menjadi saudara bagi manusia termulia, Muhammad bin 'Abdillah r?!

Apa pedulinya seorang muslim, sekiranya ia memang harus terusir dari masyarakatnya karena mempertahankan agamanya, bilamana ia didekatkan disisi Rasulullah r diakhirat kelak?!

Sungguh, ia akan didekatkan ke telaga Rasul r dan minum darinya; yang satu tegukan darinya akan membebaskannya dari dahaga untuk selamanya. Sebaliknya, orang yang mencampakkan Sunnah dan menolaknya akan terhalangi dari telaga tersebut, bahkan akan diusir oleh pemilik telaga, baginda Rasul, Muhammad r!

Kepada Allah jua kita berlindung dan memohonkan keselamatan!!

c. Bagimu Pahala Seperti Pahalanya 10 Orang Sahabat!

Lingkungan sekitar sangat berpengaruh pada keteguhan seseorang dalam menjalankan ajaran agamanya. Seorang yang tinggal di lingkungan yang baik biasanya lebih mudah untuk beramal Shalih dibanding orang yang tinggal di lingkungan yang rusak. Namun, bagi anda yang terpaksa harus tinggal pada lingkungan yang buruk, selagi anda masih bisa beramal shalih, apalagi menjadi pintu kebaikan bagi orang lain, maka tetap bersabar dan terus berda'wah adalah yang jalan yang terbaik bagi anda! –insya' Allah-. Karena sesungguhnya seorang mu'min yang berbaur dengan masyarakat dan bersabar terhadap gangguan mereka lebih baik daripada seorang mu'min yang tidak berbaur dengan masyarakat dan tidak sabar terhadap gangguan mereka[12].

Bila memang demikian keadaannya, maka sering-seringlah engkau hadirkan dalam hatimu bahwa ganjaran pahala yang besar disisi Allah I telah menantimu! Sesungguhnya besarnya pahala yang akan diperoleh sesuai dengan jerih-payah yang didapatkan dalam mengamalkan kebaikan!

Abu Umayyah asy Sya'baaniy bercerita: "Aku pernah bertanya kepada Abu Tsa'labah al Khusyaniy. Aku berkata: "Wahai Abu Tsa'labah, bagaimana pendapatmu mengenai ayat ini:[13]

عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ

"…jagalah dirimu…"[14].

Abu Tsa'labah t pun menjawab: "Ketahuilah sesungguhnya aku telah bertanya mengenai ayat ini kepada seorang yang benar-benar memahaminya; aku telah bertanya kepada Rasulullah r, lantas beliau bersabda:

« بَلِ ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِى رَأْىٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ - يَعْنِى بِنَفْسِكَ - وَدَعْ عَنْكَ الْعَوَامَّ فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ الصَّبْرُ فِيهِ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِمْ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلاً يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ ».

وَزَادَنِى غَيْرُهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْهُمْ قَالَ « أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ ».

"Justru sebaliknya! Hendaklah kalian saling memerintahkan kepada kebaikan dan saling melarang dari kemungkaran!! Sampai bilamana kalian telah melihat sifat kikir yang diikuti, nafsu durjana yang diperturutkan, gelamor dunia yang diutamakan serta masing-masing orang merasa bangga dengan pendapatnya, maka jagalah dirimu sendiri dan tinggalkanlah mayoritas orang yang ada, karena sesungguhnya dibelakang kalian nanti akan datang hari-hari kesabaran; pada saat itu (orang yang komitmen diatas Sunnah) bagaikan (orang yang) menggenggam bara api. Orang yang mengamalkan (kebaikan) pada mereka (akan diberi ganjaran pahala) sebagaimana ganjaran pahala lima puluh orang yang mengamalkan (kebaikan) seperti amalannya".

Dalam riwayat yang lain terdapat tambahan: "Seorang sahabat bertanya: "Ya Rasulullah! Ganjaran pahala lima puluh orang dari mereka?". Rasulullah r menjawab: "Ganjaran pahala lima puluh orang dari kalian". [15]

Allahu akbar! Sungguh beruntung dirimu –saudaraku-… Teruslah maju, amalkan dan serukan Sunnah Nabimu! Angkatlah wajahmu, tataplah ke depan dan ayunkan langkahmu dengan penuh percaya diri untuk menggapai cinta dan keridhaan Allah I!!!

akhirnya, semoga shalawat dan salam selalu terlimpahkan kepada Nabi kita, Muhammad r, beserta keluarga dan segenap sahabatnya.



[1] HR. Muslim (1920).

[2] HR. Muslim (148).

[3] Konon, misk adalah minyak wangi yang sangat harum semerbak; terbuat dari air sperma kijang yang terkumpul ketika ia akan menggauli kijang betina. Tampaknya inilah yang disimyalir oleh Al Mutanabbi dalam ucapannya:

فإن تَفُقِ الأنامَ وأنت منهم فإن المسك بعض دم الغزال

"Sekalipun engkau bisa mengungguli manusia, engkau adalah bagian dari mereka!

Sesungguhnya minyak misk adalah sebagian darahnya kijang".

(perkataan al Mutanabbi ini disebutkan dalam 'Aruus al Afraah (3/216) dan 'Uquud al Jimaan karya as Suyuthiy (72)).

[4] HR. al Hakim dalam Mustadraknya (8409) dan Ibnu Hibban (6839).

[5] Lihat syarh al 'Aqidah al Wasithiyyah karya syeikh al Fauzaan, hal: 6 (dalam maktabah syamilah).

[6] Makna fitnah yang kami maksudkan disini adalah penyimpangan dalam agama Allah I.

[7] Walaupun atsar ini adalah atsar yang muaquuf pada Ibnu Mas'ud t, akan tetapi maknanya marfu' sampai kepada Nabi r. Karena Ibnu Mas'ud t tidak mengetahui perkara ghaib; ia tidak mungkin mengabarkan tentang sesuatu yang akan terjadi melainkan dengan jalan wahyu yang ia dengar dari Rasulullah r.

[8] Yakni bid'ah dan penyimpangan dalam agama yang telah menjadi sesuatu yang sangat lumrah dilakukan oleh kaum muslimin. Bahkan telah dianggap sebagai suatu agama yang tidak boleh diusik kredibilitasnya.

[9] HR. al Hakim dalam mustadraknya (8570), ad Darimi dalam sunannya (185-186) dan al Baihaqiy dalam syu'ab al imaan (6951). Mereka meriwayatkan atsar ini dengan beberapa perbedaan lafazh. Adapun yang kami cantumkan disini adalah lafazh yang kami nukil dari Risaalah fiy Qiyaam Ramadhaan karya al Haafizh al-albaaniy rahimahullah.

[10] Risaalah fiy qiyaam Ramadhaan: hal 2 dalam maktabah syamilah.

[11] HR. Muslim (249), Ahmad (7980), Ibnu Majah (4306), Ibnu Hibban (1046), an Nasaa-I (150) dan lain-lain.

[12] Ini adalah makna hadits yang diriwayatkan oleh al Bukhariy dalam al Adab al Mufrad (388), Ahmad dalam musnad nya (5022), Ibnu Majah (4032), at Tirmidziy (2507), dan lain-lain.

[13] Tampaknya Abu Umayyah memahami bahwa maksud ayat ini adalah; seyogyanya seorang muslim sibuk membenahi kekurangan dirinya dan tidak perlu sibuk mengurusi dan mendakwahi orang lain.

[14] Ayat ini secara lengkap adalah sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". QS. Al Maa-idah: 105.

[15] HR. Abu Dawud (4343).

Read More......


Kutatap langit-langit kamar yang sunyi…..sungguh berbeda dengan kondisi di luar sana yang riuh ramai.
Sore ini, sore yang sama seperti sore sebelumnya,,,,
Sore…bertemankan butiran hujan yang tercurah dari langit bulan Febuari…

Butiran hujan, beradu dengan teriakan tetangga yang menyuruh anaknya mandi dan Jeritan sang anak yang menolaknya….adalah bagian dari sore ku dan sore mereka….
Tak pelak lagi pukulan, jeweran, dan cubitan, hinggap di tubuh mungil anak-anak mereka. Pemandangan yang sudah berakar dalam keseharian mereka
Namun aku lebih merasa gerah dengan kata-kata yang terlontar dari lisan sang orangtua.

Membuat muncul pertanyaan dalam otakku….”Inikah sosok seorang ibu…?”



Sedetik kemudian, pikiranku melayang ke peristiwa beberapa tahun yang lalu, saat aku masih kuliah- mahasiswa tingkat akhir.

Ibu dosenku berdiri disana, menerangkan pada kami tentang pola asuh orangtua : pentingnya pengasuhan yang baik dan akibat dari pola asuh yang kurang baik.

Kemudian beliau berkisah tentang Hitler -seorang pemimpin paling ditakuti karena telah membunuh begitu banyak orang Yahudi-. yang ternyata menjadi seseorang yang demikian kerasnya, karena salah asuh dari orangtuanya. Sejak kecil, ia selalu dipukuli oleh ayahnya hanya karena kesalahan-kesalahan kecil.. Hingga suatu hari Hitler menemukan sebuah buku, yang mengatakan bahwa “orang yang kuat itu adalah orang yang tidak pernah meneteskan air mata”, dan ia pun bertekat untuk tidak akan pernah menangis lagi.

Bahkan ketika sang ayah, pada suatu saat, memukulinya lagi, ia datang ke ibunya dengan tersenyum bangga, dan berkata bahwa ayahnya telah memukulnya sebanyak 33 kali (lupa tepatnya berapa kali *senyum), hingga ibunya menyangka bahwa Hitler telah gila.
Hitler pada akhirnya tumbuh menjadi orang yang demikian keras. Di saat ia mengetahui bahwa ayahnya adalah anak hasil “perkawinan di luar nikah” antara neneknya dengan orang Yahudi. Hitler menjadi sangat benci pada orang Yahudi, dan membantai banyak kaum tersebut.

Kemudian ibu dosen pun bercerita kisah tokoh-tokoh lain, yang tumbuh menjadi manusia yang kejam, akibat salah asuh orang tua.

Kemudian entah kenapa, saat itu aku mengangkat jari tangan, dan bertanya dengan kekanak-kanakan….

Kukatakan pada ibu dosenku, “Ibu…entah mengapa saya merasa ini tidak adil…”,

Aku menarik nafas dan melanjutkan,

“ Ibu….dulu, sewaktu kita akan dilahirkan, kita tidak bisa memilih kan bu, kelak kita akan menjadi siapa, bagaimana rupa kita, kepandaian kita, rizki kita. Kita pun tidak bisa memilih siapa orangtua kita. Ya kan bu…

Alangkah kasiannya anak-anak yang lahir dari pengasuhan yang buruk, kemudian mereka akhirnya tumbuh menjadi anak-anak yang buruk, sedangkan mereka juga tidak ingin memiliki orangtua yang buruk. Semua anak pasti ingin memiliki orangtua yang sayang dan perhatian pada mereka. Semua orang pasti menginginkan orangtua yang memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya. Hanya saja……..mereka tidak dapat memilih kan bu…Alangkah kasiannya mereka…..Apakah salah seorang anak, jika ternyata orangtua mereka seperti itu….?”

Ibu dosenku tersenyum mendengar pertanyaan aneh itu, kemudian ia menjawab dengan bijak. -Sebuah jawaban…yang sampai saat ini…masih kusimpan dalam benakku…-

“benar….benar sekali…
kita ini…memang tidak dapat memilih siapa orangtua kita, dan bagaimana mereka akan membesarkan kita. Dan memang pola asuh mereka memiliki andil yang cukup besar dalam kepribadian kita. Namun…coba lihatlah…..kita hidup bukan hanya dilingkungan keluarga saja bukan…?
Kita hidup dalam masyarakat. Kita hidup dalam lingkungan yang lain, selain lingkungan keluarga.
Ada banyak hal yang kemudian membentuk kepribadian kita.

Lagipula, coba lihat diri kalian sendiri…!. Kalian ini sudah besar, sudah mahasiswa…Kalian ini ingin menjadi siapa atau apa, itu bukan karena oranglain. Namun, karena kalian sendirilah yang menginginkannya.
Apakah hanya karena orangtua kalian mendidik kalian dengan buruk, lalu kalian menyandarkan diri pada kesalahan mereka, dan tetap menjadi anak dengan kepribadian buruk…?

Bukan saatnya lagi untuk menyalahkan orang lain atas kejadian yang kita alami.
Kalian sudah dewasa…sudah seharusnya mengambil langkah untuk hidup kita sendiri…
Lagipula, yakinlah, apa yang diberikan Dia adalah yang terbaik untuk kita…
Bisa saja kita mendapatkan orangtua yang baik, namun lingkungan sekitar kita buruk, dan kita mengambil jalan yang buruk, maka kita pun akan tersesat.
Dan mungkin saja, kita diberikan orangtua yang buruk, namun kita terus memperbaiki diri, maka kita pun akan mendapatkan kebaikan…”



Saat itu, aku sungguh belum mengerti mengenai pentingnya memahami tentang takdir. Bukankah memahami takdir yang telah digariskan oleh Allah dapat supaya hati kita menjadi tenang…?



kini…aku sadar…betapa tidak layaknya, apabila seseorang menyalahkan takdirnya….bersandar pada kesalahan orang lain…..mencari-cari alasan bahwa ia menjadi seperti ini karena orang lain.

Mungkin salah seseorang anak, akan memiliki orangtua yang buruk….
atau memiliki orangtua dengan pendidikan rendah,
atau merasa tidak mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya,
atau merasa bahwa ia diperlakukan tidak adil
atau merasa bahwa ia memiliki masa kecil yang suram….
Atau ia sama sekali tidak bangga pada orangtuanya….bahkan merasa malu…

Kemudian ia beranggapan, bahwa ia yang sekarang ini….keburukan yang terjadi padanya, karakteristik sifatnya yang buruk ini, adalah akibat dari kesalahan orangtuanya.
Dan ia menjadi manusia yang memandang buruk masa lalunya….

Temanku…. Kami memahami kesedihanmu….
Memang benar, Orangtua mseharusnya menjadi seseorang yang paling dekat dengan kita….mengajari kita hal-hal yang positif….menerima kekurangan kita, membangun kepercayaan pada kita bahwa kita tidak sendirian…

Tapi disaat orangtua kita tidak seperti orangtua yang ideal, layakkah kita terus terkungkung pada hal tersebut….dan hanya menjadi pribadi yang diam, dan menyerah, serta menyandarkan diri pada kesalahan mereka…?

Apakah karena kesalahan didik orangtua kita….kurang kasih sayang…dan tidak pahamnya mereka tentang cara menjadi orangtua yang baik, lantas menjadikan kita demikian terpuruk……menjadikan kita terhempas….menjadikan kita pribadi dengan moral kalah…. bersembunyi pada kesalahan mereka, dan lari dari keharusan untuk bangkit….? Untuk memperbaiki diri….??

Apakah kita harus menjadi seseorang yang seperti itu….?

Akankah kita lari dari tanggung jawab kita untuk senantiasa memperbaiki diri….?

Temanku bukankah jika kita ingin menjadi orang yang lebih baik….itu kita lakukan bukan karena manusia…
Sungguh bukan karena manusia….
Kita tidak berubah menjadi orang yang lebih baik….hanya karena orangtua kita baik…atau bukan karena latar belakang kehidupan kita, tapi…karena mengharapkan pahala dari Allah…

Ibumu…ayahmu…adalah sama halnya dengan kamu…
Mereka pun manusia….
Memiliki kekurangan, disamping kelebihan….
Memiliki kesalahan….
Namun…jangan sampai kesalahan mereka, atau ketidaksukaanmu pada sikap mereka, mendorongmu untuk berbuat durhaka pada mereka….
Mendorongmu…untuk membenci mereka
Karena sikapmu yang seperti itu…tidak lain justru akan menjatuhkan dirimu sendiri dalam neraka…

Temanku…
yakinlah Allah Maha Adil…
Ia memberikan kalian kekurangan di satu sisi….InsyaAllah memberikan kelebihan kalian pada sisi yang lain….

Mungkin Allah meletakkan cobaan pada kalian dari sisi orangtua kalian…
Sedangkan teman-teman yang lain, diuji dengan jalan yang lainnya…

Tapi….temanku…Bukankah kesabaranmu…ketaatanmu dalam menghadapi ujian, adalah ladang pahalamu….?

Temanku…kehidupan itu tidak stagnan….kehidupan itu berubah….!!!
Betapa tak sedikit orang-orang yang lahir dari orangtua psikopat, akhirnya dapat bangkit dan menjadi sosok dewasa yang baik…?
Betapa tak sedikit orang-orang yang dibesarkan oleh lingkungan yang kumuh dan buruk, akhirnya dapat menjadi orang yang tegar dan shalih –atas ijin Allah…?

Temanku….ingatlah…bahwa Allah selalu bersamamu…cukuplah cintaNya menjadi tujuanmu…
Apabila engkau mengharap cinta dari manusia, mungkin engkau akan lebih banyak kecewa…disebabkan karena manusia pun adalah makhluk yang penuh dengan kekurangan….

Temanku….mari sama-sama belajar bersamaku…bersama teman-teman yang lain…untuk senantiasa memperbaiki diri…
Sudah saatnya kita melihat diri kita sebagai diri yang mandiri….
Bukan saatnya terus merenungi masa lalu….
Bukankah masa lalu adalah hal yang paling jauh dari kita…? Kita tidak akan kembali padanya…? Jadi biarkanlah ia berlalu….

Sekarang…..yang lebih baik kita lakukan adalah….menjadikan masa lalu kita sebagai suatu pelajaran….
Jangan sampai kelak anak-anak kita mengalami hal yang sama dengan masa lalu kita…
Jadikan kesalahan dalam didikan orangtuamu padamu….sebagai kunci keberhasilan kita dalam mendidik anak….
Belajarlah…dan terus belajar tentang cara mendidik anak-anakmu kelak….
Buatlah anak-anak kita berkata dengan lantang, “aku bangga punya orangtua seperti ummi dan abi…”

Dengarlah kaum wanita….generasi ini tanggung jawabmu….!!!!!



12 Febuari 2010

Dariku –temanmu-…..untuk saudariku yang kini tengah terluka….(kuharap ia membacanya….),,,,
percayalah…mereka sangat menyayangimu….

Read More......



“Mi…adik itu dari mana sih datangnya? Nanti keluarnya dari mana…?”

Pertanyaan seperti itu, bukan tidak mungkin akan keluar dari mulut si kecil, manakala ibu memberitahunya akan kehadiran sang adik bayi. Tidak itu saja, banyak lagi tanda Tanya besar dalam diri anak mengenai berbagai hal baru, termasuk masalah yang berkaitan dengan seks.

Bagaimana dengan orangtua sendiri…?
Kapan dan perlukah pendidikan seks diajarkan pada anak…?

Kadang ada orangtua yang enggan dan menganggap hal tersebut tabu untuk diajarkan, karena adanya anggapan bahwa seiring dengan perkembangan usianya, anak akan tau dan dapat belajar dengan sendirinya. Tanpa disadari, kelengahan ini dapat menimbulkan bahaya besar bagi sang anak.


Sejak Kapan Memulai….?

Islam tidak mengesampingkan satu aspek dari seluruh aspek pendidikan kepada anak, termasuk pendidikan seksual. Dengan demikian, pendidikan seks untuk anak juga merupakan bagian dari pendidikan yang perlu dan bahkan penting untuk diajarkan pada anak.

Lalu sejak kapan anak mulai dapat diberi pendidikan ini…?
Sejak anak mulai dapat membedakan hal yang benar dengan yang salah, yaitu usia tamyiz, biasanya pada usia 7 tahun, atau bahkan bisa kurang dari 7 tahun.

Pada usia ini, anak umumnya sudah mempunyai daya nalar yang cukup untuk menerima penjelasan dari orang dewasa di sekitarnya. Umumnya mereka sudah dapat membedakan antara laki-laki dan perempuan, serta memasukkan diri mereka sendiri dalam kategori yang mana.

Bagaimana Mengajarkannya….?

Pendidikan seks dapat diberikan secara langsung maupun tidak langsung kepada anak. Pengajaran dapat diberikan secara lisan, maupun melalui pembiasaan. Nah, berikut ini adalah beberapa yang dapat diajarkan kepada anak :

1. Mengajarkan etika meminta izin

“ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak yang kamu miliki dan orang-orang yang belum baligh diantara kamu, meminta izin tiga kali (dalam satu hari), yaitu sebelum shalat, ketika kamu menanggalkan pakaianmu di tengah hari, dan sesudah shalat isya. Itulah tiga aurat bagimu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak pula atas mereka selain dari tiga waktu itu. Mereka melayani kamu, sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur baligh, maka hendaklah mereka meminta ijin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta ijin…” (Terjemahan An-Nur 58-59)

Ayat ini mengajarkan kepada kita untuk mendidik anak-anak agar meminta ijin ketika akan menemui orangtuanya saat berada di tempat tidur, misalnya dengan mengetuk pintu terlebih dahulu. Hikmahnya apabila anak memasuki kamar orangtuanya, ia tidak dikejutkan oleh suatu keadaan yang tidak baik untuk dilihat. Orangtua pun benar-benar harus menjaga agar anak tidak pernah melihat keadaan yang tidak baik untuk dilihat tersebut. Hendaknya pula hal ini tetap dibiasakan hingga anak telah mencapai usia baligh.


2. Mengajarkan etika memandang lawan jenis

Sejak anak telah memasuki masa tamyiz (sekitar 7-10 tahun), anak sudah dapat dibiasakan untuk mempraktekkan etika melihat terhadap lawan jenis agar anak dapat membedakan mana yang dihalalkan dan mana yang diharamkan baginya. Saat memasuki masa baligh nanti, anak diharapkan telah mendapatkan bekal akhlak yang mantap. Sejak kecil, di dalam lingkungan keluarga anak sudah dapat dibiasakan untuk tidak memakai pakaian yang menampakkan auratnya (seperti memakai pakaian yang pendek sehingga terlihat kedua pahanya, memakai pakaian yang ketat dan tipis) agar di masa baligh, ia telah terbiasa menjaga auratnya.

Apalagi jika bersama dengan orang yang bukan mahramnya, anak diajarkan untuk menjaga pandangannya. Pembiasaan yang lain adalah mengajarkan anak untuk tidak memasuki kediaman perempuan asing yang boleh dinikahi (bukan mahram), dan mengajarkannya untuk tidak bersalaman dengannya…(tidak bersentuhan). Sejak memasuki masa peralihan (pubertas) yaitu sekitar usia 10 hingga 14 tahun, anak sudah dapat diberitahukan siapa yang menjadi mahramnya.


3. Menghindarkan anak dari rangsangan seksual

Tidur bersama saudara-saudara, laki-laki dan wanita di satu tempat tidur pada usia sepuluh tahun ke atas termasuk hal-hal yang dapat membangkitkan rangsangan seksual terutama apabila mereka berada dalam satu selimut. Oleh karena itu, memisahkan tempat tidur mereka harus segera dibiasakan. Sebagaimana Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa salam bersabda :

“ Perintahkanlah anak-anak kalian mengerjakan shalat pada usia 7 tahun, pukullah mereka karena menginggalkan shalat pada usia 10 tahun, dan pisahkanlah, diantara mereka (sendiri-sendiri) dalam tempat tidur” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, shahih)

Hikmah adanya pemisahan tempat tidur ini juga diakui oleh para ilmuwan. Anak-anak yang tidur terpisah akan terhalang untuk bersentuhan badan dan bersenda gurau. Hal lain yang juga penting untuk diperhatikan adalah orangtua yang tidur dalam satu tempat tidur dengan anak. Hindarkanlah keadaan ini, meskipun anak masih bayi, sebab tidak selamanya anak tidur, ketika orangtuanya menunaikan hajat suami-istri. Anak dapat mendengar suara-suara yang mencurigakan. Ini sangat berbahaya bagi perkembangan kejiawaannya di usia mendatang.

Usaha lain untuk menghindarkan anak dari rangsangan seksual semenjak dini adalah menghindarkannya dari tayangan televisi yang tidak bermanfaat, video, bioskop, panggung sandiwara, komik porno, dan tempat-tempat hiburan. Penelitian menunjukkan bahwa anak pada zaman sekarang lebih cepat menjadi matang secara seksual akibat pengaruh rangsangan seksual dari luar tersebut.


4. Mengajarkan hukum-hukum kepada anak

Semenjak anak mulai menginjak masa peralihan (pubertas) menuju masa remaja, anak telah diajarkan tentang hukum-hukum syariat yang berkenaan dengan kecenderungan dan kematangan seksual. Anak perempuan yang duduk di kelas empat SD, misalnya, telah dapat diajarkan oleh ibunya tentang apa haid, bagaimana cara bersuci darinya, kewajiban syariat apa yang harus dilakukan jika sudah haid, dll.

Pengajaran tentang air mani, mimpi basah, dan lain-lain, hendaknya diberikan oleh ayah kepada anak laki-lakinya.

Dengan demikian, tidak dijumpai anak gadis yang berada dalam keadaan tidak suci (karena belum bersuci dari haid) , sementara mereka berfikir telah menunakan hak Allah dalam ibadah shalat.


5. Hiasi hari-hari anak dengan ibadah dan kegiatan yang bermanfaat

Banyak pendidikan yang dapat diberikan kepada anak dalam mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang bermanfaat. Ini harus dimulai sejak anak masih kecil, agar kebiasaan yang baik hingga masa dewasanya. Menyibukkan anak dengan banyak kegiatan akan menghindarkannya dari perilaku seks yang menyimpang, seperti maturbasi.

Selain dialami pada masa remaja. Banyak penelitian menunjukkan bahwa maturbasi juga dialami oleh anak-anak kecil usia satu hingga 6 tahun yang kurang aktif dalam kegiatan, banyak melamun, dan sering kesepian. Alangkah baiknya jika orangtua dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anaknya. Menjaga anak agar bergaul pada lingkungan yang bersih dan mengusahakannya mendapatkan persahabatan yang baik, akan sangat membantu sang anak. Biasakanlah anak untuk memperbanyak ibadah, seperti shalat, puasa, membaca al qur’an, hafalan al qur’an dan hadist, maupun mengajaknya ikut ta’lim, agar ia mendapatkan benteng yang kuat dalam menghadapi rangsanga-rangsangan seksual di sekitarnya.


6. Menjelaskan masalah seksual secara terbuka, jika anak sudah cukup umur
Penjelasan masalah seks merupakan masalah penting pada anak. Adapun dasar-dasar mengadakan hubungan seksual dan tata krama menyalurkan kebutuhan biologis, dapat diajaran pada saat anak mendekati usia baligh serta memasuki ambang pintu pernikahan.
Buang jauh-jauh perasaan tabu dan malu untuk menjelaskannya, karena anak Anda membutuhkan pendidikan ini dari Anda. Jangan sampai ia terlanjur salah langkah, karena Andalah yang bertanggung jawab akan pendidikannya



Perhatikanlah beberapa hal berikut ini dalam memberikan pendidikan seks untuk anak Anda :

1. Ajarkanlah tentang hukum-hukum tersebut yang sesuai dengan tingkat usianya.
Tentu akan sangat membingungkan bagi anak usia 10 tahun jika diajarkan tentang dasar-dasar hubungan seksual, sementara hokum yang berlaku pada masa pubertas dan masa baligh tidak diajarkan kepada mereka.

2. Sang ibu lebih utama mengajarkan masalah seksual kepada putrinya karena secara emosi mereka lebih dekat, dan menghindarkan rasa canggung. Apabila tidak ada, maka hendaklah diberikan kepada pendidik wanita lainnya yang dapat menggantikan kedudukan sang ibu.


Diketik ulang dari Majalah Nikah edisi Febuari 2003


Tambahan :

Waktu itu pernah membaca juga…namun lupa di mana sumbernya…mengenai pendidikan seks pada anak…

1. Untuk anak yang masih kecil, kita bisa mengajarkan anak pendidikan seks melalui adab-adab pakaian, misalnya laki-laki dibiasakan memakai celana, dan wanita memakai jilbab dan rok

Dengan begitu, anak akan mengetahui bahwa laki-laki dan wanita itu berbeda. Saat itu, kita bisa mulai menerangkan bahwa, karena mereka berbeda, mereka mempunyai karakteristik sendiri-sendiri, dan tugas masing-masing, misalnya ayah mencari nafkah, ibu di rumah mendidik anak.

2. Jangan lupa untuk mengontrol teman-teman anak-anak kita
Pada saat anak masih kecil, biasanya mereka kurang paham mengenai apa saja yang boleh dilakukan/tidak boleh dilakukan dengan teman-teman sepermainan yang lawan jenis.
Misalnya saja, anak-anak kecil biasa saling mencium, memeluk, padahal mereka lawan jenis, karena itu, mulailah mengajarkan bahwa mereka tidak boleh melakukannya.


**************************
************************************************
Hanya share dari majalah….dan belum ada pengalaman mendidik anak…
Jadi mohon saran dan masukannya/ sharingnya jika ada….
Jazaakumullahu khairan…..

Read More......

Hati telah siap…
keinginan telah mantap…
Umur telah mencukupi….dan orangtua telah memberikan lampu hijau, tapi kenapa Hasan, sebut saja begitu, belum juga maju untuk melamar.
Kenapa…?
Rupanya ia bingung dari mana harus memulai dan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Tak beda, Hasanah, bukan nama sebenarnya, tak tau mesti bagaimana agar ada laki-laki yang datang melamarnya….

Sebenarnya, Hasan dan Hasanah tak perlu kebingungan, karena syariat Islam telah mengatur semua itu. Dan itulah cara Islami dalam mencari pendamping hidup. Bagaimana itu….??


Langkah-Langkah menuju Pelaminan

Awali Minta Bantuan

Bila sudah mantap ingin menikah, tapi tidak kenal dengan akhwat atau ikhwan, cobalah mulai dengan meminta bantuan teman untuk mencarikan.
Usahakan teman yang sudah menikah lagi amanah, atau ustadz/ustadzah yang dapat dipercaya…!!!
Minta tolong cari tau ikhwan mana yang siap menikah atau akhwat mana yang siap dilamar.

Selain minta bantuan, bisa juga dengan maju langsung ke orang yang disukai. Bisa melalui risalah, lewat telepon, atau bicara langsung didepannya. Bagi pihak wanita mungkin malu bicara minta dinikahi, karena terkesan tidak punya adab atau tata krama, namun sebenarnya tidak juga, karena dulu ada pula seorang sahabiyah (sahabat perempuan Rasulullah) yang menawarkan diri pada Beliau Shalallahu ‘alaihi wa salam.

Bagi akhwat, sebenarnya yang paling bertanggung jawab dalam hal ini adalah sang ayah. Ayah yang mesti mencarikan jodoh buatnya, karena seorang anak putri berada di bawah pengawasannya. Maka sebagai seorang anak, sebaiknya kita jujur kepada orang tua tentang keinginan kita untuk menikah. Bila direstui minta kepada beliau untuk mencarikan. Tentunya dengan memberi criteria yang baik agama dan akhlaknya.

Kakakqu selalu berkata :
Apabila kita telah siap untuk taarufan, itu artinya…. kita harus siap untuk menolak, ditolak, dan tentu saja, siap untuk menikah
taarufan bukanlah sebuah permainan. Jangan sampai kita nantinya mempermainkan perasaan orang yang akan/ sedang taarufan dengan kita , karena sikap kita yang setengah-setengah, atau menggantung….hingga taarufannya dilakukan karena iseng-iseng saja…atau cuma sekedar pengisi waktu sebelum menikah….”

Jadi, langkah pertama yang harus kita lakukan jika kita hendak taarufan adalah, memantapkan hati kita bahwa kita memang sudah siap untuk proses tersebut

Tukar data awal

Bila sudah ketemu ikhwan dan akhwatnya, lakukan tukar data awal, guna mengetahui data umum ikhwan dan akhwat tersebut. Mulai nama, tempat tanggal lahir, pendidikan, orangtua, pekerjaan, tentang diri pribadi (misalnya sifatnya), kriteria calon pendamping yang diinginkan, sampai pemahaman agama, dan lain sebagainya. Dalam hal ini tergantung kebutuhan kedua belah pihak. hendaknya tukar data ini melalui pihak ketiga, tidak secara langsung, untuk menghindari fitnah atau berkhalwat

Bila dari data awal tertarik, selanjutnya beritahukan kepada pihak ketiga untuk meneruskan prosesnya, atau bicara langsung pada yang bersangkutan. Tapi bila tidak tertarik, silahkan ditolak, langsung, atau melalui pihak ketiga. Sampai disini belum ada ikatan apapun, karena baru proses penjajagan awal. Sehingga bila gagal tak perlu kecewa.


Cari Info tentang dia


Bila cocok dengan data awal, mulailah dengan mencari info tentang si dia. Yaitu info tambahan berkenaan dengan keseharian, dari sifat, karakter, agama, sampai akhlaknya. Info ini penting karena berkaitan dengan muamalah (hubungan keseharian) si dia ketika menjadi pendamping kita nantinya. Jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari.

Akan lebih baik, mencari info dari orang terdekat si ikhwan atau akhwat tersebut, seperti saudara, teman dekat, tetangga, kalau perlu orangtuanya. Dipilih mana yang dapat menyampaikan info dengan obyektif. Keobyektifan info sangat penting berkaitan dengan penilaian kita terhadap si dia. Disinilah pentingnya informan yang jujur dan amanah.

Bila dari hasil telusuran cocok dan sesuai criteria, silahkan dilanjutkan prosesnya. Jika tidak, maka hentikan saja, agar tak menyiksa diri atau memberikan harapan yang tak pasti…!!!

Cocok, Nadhor saja….

Bila dengan data awal dan info tambahan, hati semakin mantap untuk menikah dengannya, lanjutkan dengan melihat si dia, dalam bahasa agama disebut nadhor

Perintah nadhor ini terutama ditujukan bagi laki-laki, sebagaimana sabda Rasulullah ketika menasehati Al-Mughibah

‘Lihatkah gadis tunanganmu itu terlebih dahulu, karena yang demikian itu akan membuat hubungan kalian berdua menjadi lebih langgeng “
(HR. Tirmidzi dan Nasai)

Nadhor ini bisa dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan. Bila harus terang-terangan, maka si akhwat harus ditemani mahram, agar tidak sampai terjadi khalwat.

Bagian tubuh yang diperbolehkan dinadhor- menurut pendapat yang lebih kuat- adalah muka dan telapa tangan. Dalam nadhor, bisa dilakukan pembicaraan antara keduanya guna mengenal lebih dekat karakter masing-masing, cara bicara, sampai pandangan hidup masing-masing.

Wanita pun sebaiknya melihat calon suaminya, agar di kemudian hari todak terjadi kekecewaan dengan fisik suaminya. Selain itu juga lebih menentramkan jiwanya.

Tapi ingat, Nadhor itu dilakukan jika ia berniat serius untuk menikah….
Jadi, jangan karena ada alasan, “hmmm….sudah saatnya menikah, “
maka ia melakukan nadhor dimana-mana….dan sama sekali tidak ada niatan untuk menikah….
Namun semata-mata untuk have fun saja….
Itu tidak diperbolehkan…

Catatan untuk para akhwat, dari kakakqu...
“Berhati-hatilah dengan ikhwan yang hobinya nadhor…Jadi…pastikan lewat teman-teman dekat/orangtua/ saudara ikhwan itu…bagaimana akhlak sang ikhwan yaaa….
Jangan sampai kita dipermainkan oleh ikhwan-ikhwan dengan moral yang seperti itu….!!!

Ingat sekali lagi ya, temanku…
Taaruf itu bukanlah sesuautu yang main-main atau sesuatu yang iseng…dan menikah itu dunia akhirat…Jadi kita harus bener-bener mengetahui akhlak orang yang datang pada kita”

Ingat juga yaaa….
Jika datang seseorang laki-laki pada kita…,,,, jangan hanya liat dari jenggotnya yang tebal….Celananya yang ngatung… Atau dahinya yang hitam….!
Namun lihat juga bagaimana akhlak dan agamanya….

Karena kadang ada akhwat yang mengeluhkan bahwa ternyata akhlak suaminya tidak sebaik penampilannya yang nyunnah…
Baik agamanya….belum tentu baik akhlaknya….
Baik akhlaknya…..belum tentu baik agamanya…
Meski memang benar bahwa, seharusnya orang yang baik agamanya…tentu harus baik akhlaknya….kenyataannya di lapangan, tidaklah selalu seperti itu……

Jadi….ingat saudariku…kehati-hatian dalam memilih pasangan….hmmm…artinya mengetahui mengenai seluk beluk akhlak dan agama pasangan, itu adalah hal yang tidak boleh diremehkan yaaa….
Tanyakanlah pada orang-orang terdekatnya…


Oiya…jangan lupa…untuk teman-teman….nadhor itu juga diperbolehkan adanya pembicaraan….namun…ingat…j
angan sampai berdua-duaan…
Tanyakanlah padanya hal-hal yang ingin kita ketahui…Namun…sebaiknya jangan mempersulit pertanyaan…(ini pesan kakakqu… lagi…)


Cocok lagi…? Khitbah…!

Bila setelah nadhor juga cocok, silahkan di-khitbah atau dilamar. Namun dapat juga khitbah dulu baru nadhor, atau khitbah dulu baru nadhor, atau nadhor bersamaan dengan khitbah. Pada intinya, khitbah adalah meminta izin pihak orangtua akhwat untuk merestui si pelamar menikahi putrinya. Bila diterima, maka tahap terakhir adalah akad atau walimah.

Dalam masyarakat kita, ada kekeliruan berkaitan dengan khitbah ini yaitu munculnya adapt tukar cincin antara kedua calon mempelai. Hal ini tidak pernah dicontohkan dan diperintahkan oleh Islam. Dan ini adalah maksiat, karena tukar cincin adalah budaya kafir yang diadopsi umat Islam. Sedangkan Rasulullah bersabda :

Barangsiapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut

Islam sendiri telah menggariskan bahwa laki-laki dan wanita non mahram tetaplah belum halal…meski telah khitbah…!!! Jadi….tidak ada alasan bahwa karena sudah khitbah, artinya mereka boleh jalan bareng, pegangan tangan, atau lebih dari itu…
komunikasi juga dibatasi, seperlunya saja…
Ingat, temanku…Betapa banyak di sekitar kita orang-orang yang bahkan sudah menetapkan tanggal pernikahan, menyebarkan undangan, namun….mereka harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak berjodoh….


Istiharah…Jangan dilupakan….
Ingatlah, temanku…
Setiap orang pasti memiliki pandangan…
Kadang Ada seseorang memandang sesuatu itu baik….namun yang lain memandangnya kurang baik…
Kadangpun ada seseorang yang memandang sesuatu itu kurang baik, namun orang di sekitarnya justru ingin sekali mendapatkannya….
Lalu, siapakah yang paling mengetahui yang paling baik untuk kita….?
Tentu saja, Allah…Rabb yang paling mengerti kita, lebih dari kita sendiri…
Jadi….jangan lupa untuk bertanya pada Dia yaa…
Apalagi untuk masalah pernikahan, yang pada hakekatnya adalah masalah dunia akhirat….
Bertanyalah padaNya….niscaya akan ditunjukkan jalan yang paling baik untukmu…
Amin…


Bogor,
Januari-Febuari 2010



Diketik ulang dengan berbagai penambahan…
Dari : Majalah Nabila
Edisi 05/ Tahun 1/ September 2004/ sya’ban-Rajab 1425

Read More......


-Surat Cinta Untuk Calon Suamiku-

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatku begitu berani mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah aku kenali. Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada siapapun. Apalagi mencurahkan sesuatu yang hanya aku khususkan buatmu sebelum tiba masanya. Kehadiran sseorang lelaki yang menuntut sesuatu yang kujaga rapi selama ini semata-mata buatmu, itulah hati dan cintaku, membuatku tersadar dari lenaku yang panjang.

Ibu telah mendidikku semenjak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diriku karena Allah telah menetapkannya untukmu suatu hari nanti. Kata ibu, tanggungjawab ibu bapak terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil-alih tanggungjawab itu dari mereka. Jadi, kau telah wujud dalam diriku sejak dulu. Sepanjang umurku ini, aku menutup pintu hatiku dari lelaki manapun karena aku tidak mau membelakangimu.

Aku menghalang diriku dari mengenali lelaki manapun karena aku tidak mau mengenal lelaki lain selainmu, apa lagi memahami mereka. Karena itulah aku sekuat ‘kodrat yang lemah ini’ membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku. Aku lebih suka berada di rumah karena rumah itu tempat yang terbaik buat sorang perempuan. Aku sering merasa tidak selamat dari diperhatikan lelaki. Bukanlah aku bersangka buruk terhadap kaummu, tetapi lebih baik aku berwaspada karena contoh banyak di depan mata.

Aku palingkan wajahku dari lelaki yang asyik memperhatikan diriku atau coba merayuku. Aku sedaya mungkin melarikan pandanganku dari lelaki ajnabi (asing) karena Sayyidah Aisyah r.a pernah berpesan, “Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki.” Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang. Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan. Bagaimana akan kujawab di hadapan ALLAH kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi? Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa. Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan ? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.

Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….

Wassalam…

Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnyacukuplah dengan itu hilang harga dirinya…di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah. PELIHARALAH DIRI DAN JAGA KESUCIAN.

Read More......




Cinta itu berat, banyak orang yang dapat memenangkan pertarungannya melawan singa atau ia kuat melawan sepuluh atau seratus orang, tapi sering kali ia tidak kuat melawan gejolak cinta. Allahu Ta’ala berfirman:

رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya” {QS. Al Baqarah:286}

Yang tidak sanggup dipikul oleh manusia adalah cinta, sebagaimana yang dikatakan oleh nabi Ibrahim. Dan Muhammad bin Abdul Wahab berkata dia adalah ‘isyq (mabuk kasmaran). 1

Manusia diciptakan lemah, terutama dalam perihal cinta. Allahu Ta’ala berfirman:

يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا

”Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.” {QS. An Nisa:28}

Manusia diciptakan dalam keadaan lemah dalam perkara wanita sebagaimana yang ditafsirkan oleh Thawus rahimahullah. Dan berkata Waki’ rahimahullah, ”Hilangnya akal pria ketika bersama mereka (wanita).

Dan Rasulullah shalallahu ’alaihi wassallaam bersabda:

”aku tidak melihat manusia yang kurang akal dan agamanya yang dapat menghilangkan akal pria yang tegas seperti salah seorang kalian”.2

Suatu hari Rasulullah shalallahu ’alaihi wassallaam ditanya oleh Amr bin Ash radhiyallahu ’anhu, ”Wahai Rasulullah, siapa yang paling engkau cintai? Beliau berkata, ”apa yang kau inginkan?!”. Amr berkata,” Hanya sekedar ingin tahu, yaa Rasulullah”. Beliau menjawab,”Aisyah”. Aku berkata, ”Yang kumaksud dari laki-laki.” Beliau menjawab, ”ayahnya”.3

’Aisyah berkata, ”Suatu hari istri-istri nabi mengirim Fathimah putri nabi lalu ia masuk, sedangkan beliau berbaringan denganku di atas sprei milikku. Lalu ia berkata, ”Wahai Rasulullah, istri-istrimu meminta perlakuan adil terhadap putri Abu Qahafah (yaitu ’Aisyah), sedangkan aku memilih diam. Rasulullah shalallahu ’alaihi wassallaam berkata, ”Bukanlah engkau mencintai apa yang aku cintai?” Ia berkata, ”benar”. Lalu beliau berkata, ”jika begitu, cintailah ia (yaitu ’Aisyah).” 4

Abdullah bin Abbas berkata bahwa salah seorang berkata kepada Nabi, ”wahai Rasulullah, aku mempunyai anak yatim yang telah dipinang oleh pria kaya dan pria miskin, kami menginginkan yang kaya sedangkan ia menyukai yang miskin. Rasulullah shalallahu ’alaihi wassallaam bersabda:

”Kami tidak melihat dua orang yang saling mencintai kecuali dengan pernikahan” 5

[Disalin dari buku Buhul Cinta, Upaya Melestarikan Cinta Pasutri sampai ke surga, Penulis Ustadz Armen Halim Naro, Penerbit Pustaka Darul Ilmi]
© copyleft andhiena.multiply.com



1 Tafsir Al bagahawi 1/358

2 Muttafaqun’alaihi

3 Muttafaqun’alaihi

4 HR. Muslim

5 HR. Ibnu Majah dan yang lainnya dan dishahihkan oleh Al Bani di Silsilah no. 624

Read More......


Bidadari yang Cantik Jelita


... bersama BIDADARI surga ...
Mereka sangat cangat cantik, memiliki suara-suara yang indah dan berakhlaq yang mulia. Mereka mengenakan pakaian yang paling bagus dan siapapun yang membicarakan diri mereka pasti akan digelitik kerinduan kepada mereka, seakan-akan dia sudah melihat secara langsung bidadari-bidadari itu. Siapapun ingin bertemu dengan mereka, ingin bersama mereka dan ingin hidup bersama mereka.

Semuanya itu adalah anugrah dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang memberikan sifat-sifat terindah kepada mereka, yaitu bidadari-bidadari surga. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati wanita-wanita penghuni surga sebagai kawa’ib, jama’ dari ka’ib yang artinya gadis-gadis remaja. Yang memiliki bentuk tubuh yang merupakan bentuk wanita yang paling indah dan pas untuk gadis-gadis remaja. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari, karena kulit mereka yang indah dan putih bersih. Aisyah RadhiAllohu anha pernah berkata: “warna putih adalah separoh keindahan”

Bangsa Arab biasa menyanjung wanita dengan warna puith. Seorang penyair berkata:

Kulitnya putih bersih gairahnya tiada diragukan
laksana kijang Makkah yang tidak boleh dijadikan buruan
dia menjadi perhatian karena perkataannya lembut
Islam menghalanginya untuk mengucapkan perkataan jahat...


Al-’In jama’ dari aina’, artinya wanita yang matanya lebar, yang berwarna hitam sangat hitam, dan yang berwarna puith sangat putih, bulu matanya panjang dan hitam. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik, yaitu wanita yang menghimpun semua pesona lahir dan batin. Ciptaan dan akhlaknya sempurna, akhlaknya baik dan wajahnya cantk menawan. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang suci. Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya:

“Dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci.” (QS: Al-Baqarah: 25)

Makna dari Firman diatas adalah mereka suci, tidak pernah haid, tidak buang air kecil dan besar serta tidak kentut. Mereka tidak diusik dengan urusan-urusan wanita yang menggangu seperti yang terjadi di dunia. Batin mereka juga suci, tidak cemburu, tidak menyakiti dan tidak jahat. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang dipingit di dalam rumah. Artinya mereka hanya berhias dan bersolek untuk suaminya. Bahkan mereka tidak pernah keluar dari rumah suaminya, tidak melayani kecuali suaminya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang tidak liar pandangannya. Sifat ini lebih sempurna lagi. Oleh karena itu bidadari yang seperti ini diperuntukkan bagi para penghuni dua surga yang tertinggi. Diantara wanita memang ada yang tidak mau memandang suaminya dengan pandangan yang liar, karena cinta dan keridhaanyya, dan dia juga tidak mau memamndang kepada laki-laki selain suaminya, sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair: Ku tak mau pandanganmu liar ke sekitar jika kau ingin cinta kita selalu mekar.

Di samping keadaan mereka yang dipingit di dalam rumah dan tidak liar pandangannnya, mereka juga merupakan wanita-wanita gadis, bergairah penuh cinta dan sebaya umurnya. Aisyah RadhiAllohu anha, pernah bertanya kepad Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam, yang artinya: “Wahai Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam, andaikata engkau melewati rerumputan yang pernah dijadikan tempat menggembala dan rerumputan yang belum pernah dijadikan tempat menggambala, maka dimanakah engkau menempatkan onta gembalamu?” Beliau menjawab,”Di tempat yang belum dijadikan tempat gembalaan.” (Ditakhrij Muslim) Dengan kata lain, beliau tidak pernah menikahi perawan selain dari Aisyah.

Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam bertanya kepada Jabir yang menikahi seorang janda, yang artinya: “Mengapa tidak engkau nikahi wanita gadis agar engkau bisa mencandainya dan ia pun mencandaimu?” (Diriwayatkan Asy-Syaikhany)

Sifat bidadari penghuni surga yang lain adalah Al-’Urub, jama’ dari al-arub, artinya mencerminkan rupa yang lemah lembut, sikap yang luwes, perlakuan yang baik terhadap suami dan penuh cinta. Ucapan, tingkah laku dan gerak-geriknya serba halus.

Al-Bukhary berkata di dalam Shahihnya, “Al-’Urub, jama’ dari tirbin. Jika dikatakan, Fulan tirbiyyun”, artinya Fulan berumur sebaya dengan orang yang dimaksudkan. Jadi mereka itu sebaya umurnya, sama-sama masih muda, tidak terlalu muda dan tidak pula tua. Usia mereka adalah usia remaja. Alloh Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan mereka dengan mutiara yang terpendam, dengan telur yang terjaga, seperti Yaqut dan Marjan. Mutiara diambil kebeningan, kecemerlangan dan kehalusan sentuhannya. Putih telor yang tersembunyi adalah sesuatu yang tidak pernah dipegang oleh tangan manusia, berwarna puith kekuning-kuningan. Berbeda dengan putih murni yang tidak ada warna kuning atau merehnya. Yaqut dan Marjan diambil keindahan warnanya dan kebeningannya.

Semoga para wanita-wanita di dunia ini mampu memperoleh kedudukan untuk menjadi Bidadari-Bidadari yang lebih mulia dari Bidadari-Bidadari yang tidak pernah hidup di dunia ini.

Wallahu A’lam

________________________________________________________________
(Sumber Rujukan: Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin [Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu], karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah)

Read More......


Ditulis oleh Ummu 'Aisy Bintu Ilham


Ada sebuah kisah klasik di antara kita para anak manusia…
Adam dan hawa, begitulah kecenderungan manusia pada tiap lawan jenisnya…
Ada ikhwan akhwat, akhi ukhti, qais laila, cewek cowok, romeo juliet, dan begitu seterusnya…
Sudahlah biasa mungkin, jika cinta itu diungkapkan seorang cowok pada kekasihnya…
Pada kenyataannya, mereka memang dua sejoli yang sedang memadu kasih, dimabuk lautan asmara…
Pertanyaannya kemudian adalah apakah biasa jika cinta itu diungkapkan seorang ikhwan kepada akhwat atau bahkan mungkin sebaliknya???
Yang notabene uda pada ngaji…
Jujur… Itu bukanlah hal yang biasa…
Bukan, bukanlah hal biasa…
Tapi sungguh luar biasa…
Ketika ada si ikhwan berkata pada akhwatnya “ukhti, aku mencintaimu dan menyayangimu…”
Hmm, sederet kata sayang yang memenuhi ucapannya… mengharapmu menjadi kekasih hati…
Terbungkus harapan dan janji-janji manis…
Padahal belumlah saatnya ungkapan itu dilontarkan…
Coba hawa, apa yang kalian rasakan jika ungkapan itu mendarat di telingamu??
Akankah terbang di atas awan ataukah terbuai angan panjang…
Mungkin dari kalian ada yang punya hati sekuat baja… so, mental lah kata-kata itu…
Tapi tak semua… di antara kita banyak berhati bak kapas yang mudah diterbangkan kemana pun angin berhembus…
Betapa tak kuasanya…
Lembutnya hati si hawa…
Adam, tegakah kalian menodai hati lembutnya??
Dengan kepolosan dan keluguannya…
Atau bahkan mungkin kebodohannya…
Ya, mungkin karena kebodohan dan kedangkalan ilmunya…
Tolong, jaga hati kami… kalo ga boleh dikatakan kalian memanfaatkan, mempermainkan, atau menguji hati kami…
Tau, jawabnya apa?
Maaf, kalo boleh kami sebut kalian adalah pengecut…
Kenapa begitu? Karena antum hanya bermain-main dengan sehelai kapas… yang kecil, tipis, mudah terbang tanpa arah dan tujuan…
Bermain-main di belakang dalam angan dan buaian…
Realitasnya, kalian belum berani menghadapinya…
Adakah jika engkau jantan, maka nikahi aku??
Bisakah??
Renungkanlah…
Jauhi kami, jika kalian tak kuasa dengan fitnah hawa…
Janganlah percikkan bara, jika kalian tak ingin terbakar olehnya…
Janganlah menantang resiko dengan mendekati pintu-pintu fitnah, jika kalian ga bisa menanggung konsekuensinya…
Melegalkan cara-cara yang telah diharamkan-Nya…
Bagaimanapun itu uda keluar dari jalur and syari’at-Nya…
Terbuai cinta yang bersemi sebelum waktunya…
Sehingga menempuh jalan bermaksiat kepada-Nya…
Sabarlah dan tuntutlah ilmu…
Amalkan dulu ilmu yang kita punya dalam balutan ketaatan dan ketaqwaan…
Jika memang sudah tak bisa…
Tempuhlah jalan yang paling mulia tuntunan RasulNya…
Menikahlah melalui jalur syari’atNya...
Dengan cara-cara yang dilegalkan dan dihalalkan-Nya…
Muslim yang baik untuk muslimah yang baik…
Muslimah yang baik untuk muslim yang baik pula…
Dan sebaliknya…
Semoga Alloh memberkahi… dalam ikrar suci yang menyatukan cinta kalian karena-Nya terbingkai indah dan mulia dengan sebuah pernikahan…
Kuntum mawar yang telah merekah mempesona, hadirkan ungkapan cinta suci pada kekasihnya…
Itulah cinta yang sesungguhnya…
Teruntuk ukhti fillah…
Pesan ukhti muthi’ah… semoga Alloh merahmatinya…
“Ukhti, aku sangat menyayangi antunna karena Alloh…
Semoga Alloh menyayangimu…
Hijabilah hatimu dengan hijab kalian…
Hijab yang sempurna…
Jangan biarkan hatimu mudah terjatuh karena rayuan seorang lelaki khilaf dan berpenyakit hatinya… hingga terlena akan harapan-harapan dan omong kosong mereka…
Jauhilah mereka…
Syaithan tak pernah lengah untuk menggoda hamba-Nya…
Senantiasalah istiqomah di jalan-Nya…
Memohonlah penjagaan dari Rabb-Mu dalam ketaatanmu…
Semoga Alloh memberikan yang terbaik untukmu, hidupmu, agamamu, dunia dan akhiratmu…”
Baarakallaahu fiikum….
Bumi Alloh di waktu pagi

Sebuah renungan untuk diriku dan saudaraku fillah

Read More......



“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah karena nikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa) karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” [Hadits shahih: diriwayatkan oleh Ahmad (I/378, 424, 425, 432), al-Bukhari (no. 1905, 5065, 5066), Muslim (no. 1400), at-Tirmidzi (no. 1081), an-Nasa-i (VI/56, 57), Ibnu Majah (no. 1845), ad-Darimi (II/132) dan al-Baihaqi (VII/77), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu.]


Ada yang menangis tertahan, ketika daurah bekal pernikahan itu berlangsung. "Saya jenuh sudah berkali-kali mengikuti daurah dengan tema yang sama, namun saya masih saja sendirian. Sepertinya harapan wujudnya keluarga Islami nan indah mempesona itu hanya utopia. Mimpi indah yang pahit pergi saat subuh datang. Sedih, sebab embun pagipun hamoir selalu berkabut", ujarnya pelan.

Ukhtii kita tidak sendirian, ratusan bahkan mungkin ribuan muslimah "baik-baik" yang lain, berjejer diantrian panjang menunggu dupinang. Bukan soal layak atau tidak menikah, sebab mereka sangat layak. Berwawasan, berkepribadian, punya komitmen dan tidak menuntut banyak. Dalam banyak hal mereka sungguh-sunggu telah siap lahir dan batin. Juga bukan soal LAKU dan TIDAK soal mereka BUKAN BARANG DAGANGAN. Meski sama pada tingkat penampakan yang sama, sama-sama tidak memiliki pasangan, ada perbedaan mendasar antara orang yang menolak menikah dengan orang yang belum menikah. Atas nama apapun. Yang satu telah menentang fitrah dan membuat bid'ah yang dibenci Allah dan RasulNya, sedang yang lain memang sedang di"uji" imannya.

Kesendirian mereka justru karena keinginan menikah dalam arti yang sebenarnya, bukan sekedar kawin dengan lawan jenis. Menikah untuk membangun pondasi ibadah yang lebih kokoh, dan mendapat ridha Allah. Dan itu hanya mungkin jika suami-suami mereka adalah hamba-hamba yang "sampai" pemahaman maupun amalnya pada tingkatan "qawwam". Sebab menikah menjadi pertaruhan dan mereka tidak ingin menghancurkan benteng pertahanan mereka sendiri. Menikah haruslah menjadikan segala ibadah menjadi lebih baik. Bukan malah menjadi awal kehancuran akidah dan ibadah mereka.

"Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh imannya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi." [Hadits hasan: diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath (no. 7643, 8789). Syaikh Al-Albani rahimahullah menghasankan hadits ini, lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no. 625)]


Dan ketika lelaki seperti ini menjadi makhluk langkah atau ada dalam jumlah terbatas. Bersusah payah mereka mempertahankan husnuldzon mereka kepada Allah ditengah pandangn sinis dan melecehkan. Mereka bukannya jual mahal dan mempersulit diri namun tidak mungkin rasanya menukar nikmat iman dengan laki-laki tanpa kriteria, tanpa konsep hidup yang jelas. Bagaimanapun mereka tidak ingin menghargai murah keyakinan mereka.

Ini adalah pertempuran melawan gejolak nafsu dan perasaan ingin "dimiliki". Pertempuran melawan nurani yang sering menjerit atau naluri menjadi ibu yang memang milik mereka. Mereka berjuang sendirian sebab orang lain tidak akan pernah merasakan kepedihan mereka. Mereka tabah dan tidak ingin semua pengorbanan ini menjadi abu, tidak menyisahkan kebaikan disisi Allah. Alangkah beratnya!!

Dalam kesendirian mereka adalah pahlawan, dalam renungan dan tangisan mereka adalah manusia perkasa. Jadi kalau tidak mampu menikahi mereka, meski untuk menjadi istri kedua, tolong hargai prinsip dan kemuliaan mereka. Doakan keistiqamahan mereka, atau malah pemahaman kita yang belum sampai...??.

Wallahu a'lam...

diketik ulang dari majalah al BAshirah edisi 04 tahun II 1428 H (dgn beberapa perubahan)

Nb: untuk semua saudariku yang tak pernah lelah menjaga kesucian dan ketaqwaan dalam penantian.. semoga Allah memberikan kesabaran dan keistiqamahan.. jangan lelah memperbaiki diri sambil terus meyakini janjiNYa..


Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata, "Perumpamaan orang yang belum menikah ialah seperti pohon yang ditiup angin yang berasa di tengah padang pasir yang dibolak- balikkan oleh angin seperti ini dan seperti itu," [Mushannaf ‘Abdurrazzaq (no. 10386)]

Read More......




ijinkanlah saya berbagi dalam goresan tulisan ini...
jika menurut teman-teman, baik...maka ambillah...
dan jika menurut teman-teman, buruk...maka tinggalkanlah....


saudariku...muslimah...



wanita muslimah…laksana bunga….yang menawan…
wanita muslimah yang sholehah….bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya….
Begitu indah…
begitu berkilau...
begitu menentramkan...

teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut…
Namun tentunya....tak sembarang orang berhak meraihnya….menghirup sarinya….



”Wahai Robb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqoon:74)


hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah...yang dapat memetiknya...
yang dapat meraih pesonanya...
dengan harga mahal yang teramat suci…
sebuah ikatan amat indah…bernama pernikahan…
karena itu…sebelum saatmu tiba….sebelum orang terpilih itu datang dan menggandengmu dalam istananya…
janganlah engkau biarkan dirimu layu sebelum masanya…
jangan kau biarkan serigala liar menjadikanmu bahan permainan dalam keisengannya…
jangan kau biarkan kumbang berebutan menghisap madumu…
jangan kau biarkan mereka mengintipmu diam-diam…dan menikmati pesonamu dalam kesendiriannya….
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta...




Ya…atas nama cinta…

Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta


Kau tau saudariku…??
Jika seseorang jatuh cinta….maka cinta akan membungkus seluruh aliran darahnya…membekuknya dalam jari-jarinya…dan menutup semua mata…hati dan pikirannya….
Membuat seseorang lupa akan prinsipnya….
Membuat seseorang lupa akan besarnya fitnah ikhwan-akhwat…
Membuat seseorang lupa akan apa yang benar dan apa yang seharusnya ia hindarkan…
Membuat seseorang itu lupa akan apa yang telah ia pelajari sebelumnya tentang batasan-batasan pergaulan ikhwan akhwat…
Membuat seseorang menyerahkan apapun…supaya orang yang ia cintai…”bahagia” atau ridho terhadap apa yang ia lakukan…

Membuat orang tersebut lupa…bahwa….cinta mereka belum tentu akan bersatu dalam pernikahan….

Ya saudariku….ukhty fillah…

Jangan sampai cinta menjerumuskanmu dalam lubang yang telah engkau tutup rapat sebelumnya…

Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…
Tanam rumput beracun disekelilingnya…
Pasang semak berduri di muara-muaranya

Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin...



Cinta begitu dasyat pengaruhnya…jika engkau tau….
Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…
Tanam rumput beracun disekelilingnya…
Pasang semak berduri di muara-muaranya….


Berlarilah menjauhinya…menjauhi orang yang kau cintai….
Buat jarak yang demikian lebar padanya….

jangan kau berikan ia kesempatan untuk menjajaki hatimu...

Biarlah air mata mengalir untuk saat ini…
Karena kelak yang akan kalian temui adalah kebahagiaan…
biarlah sakit ini untuk sementara waktu...
biarlah luka ini mengering dengan berjalannya kehidupan...

Karena…cinta tidak lain akan membuat kalian sendiri yang menderita…
Kalian sendiri…


Saudariku…. tentunya sudah mengerti dan paham...
bagaimana rasanya jika sedang jatuh cinta...
jika dia jauh..kita merasa sakit karena rindu...
jika ia dekat...kita merasa sakit...karena takut kehilangan....

padahal...ia belum halal untukmu...dan mungkin tidak akan pernah menjadi yang halal...

karena itu...jauhilah ia...
jangan kau biarkan dia menanamkan benih-benih cinta di hatimu....dan kemudian mengusik hatimu...
jangan kau biarkan dia mempermainkanmu dalam kisah yang bernama cinta...

maka...bayangkanlah keadaan ini...tentang suamimu kelak...

Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Rasulullah . bersabda: Tidak seorang pun yang lebih sabar mendengar sesuatu yang menyakitkan selain Allah, karena meskipun Allah disekutukan dan dianggap memiliki anak, tetapi Allah tetap memberikan kesehatan dan rezeki kepada mereka. (Shahih Muslim No.5016)



sahabatku...
sukakah engkau..??
apabila saat ini ternyata suamimu (kelak) sedang memikirkan wanita yang itu bukan engkau..???

sukakah engkau..??
bila ternyata suamimu (kelak) saat ini tengah mengobrol akrab...tertawa riang...becanda...
saling menatap...
saling menggoda...
saling mencubit...
saling memandang dengan sangat...
saling menyentuh...???
dan bahkan lebih dari itu...??

sukakah engkau saudariku...??

sukakah engkau bila ternyata saat ini suamimu (kelak) sedang jalan bersama gadis lain yang itu bukan engkau...??
sukakah engkau...??
bila saat ini suamimu (kelak) tengah berpikir dan merencanakan pertemuan berikutnya...??
tengah disibukkan oleh rencana-rencana...apa saja yang akan ia lakukan bersama gadis itu...??

tidak cemburukah engkau temanku..??
bila saat ini suamimu (kelak) sedang makan bareng bersama gadis lain...atau bahkan segerombolan gadis lain..?
suamimu (kelak) saat ini sedang digoda oleh gadis-gadis..
suamimu (kelak) sedang ditelepon dengan mesra...
suamimu (kelak) saat ini sedang dicurhatin gadis-gadis... yang berkata..."aku tak bisa jika sehari tak mengobrol dengamu..."

tidak cemburukah...?? tidak cemburukah...?? tidak cemburukaaaaahhhhhhhh......???

tidak terasa bagaimanakah..
jika suamimu (kelak) saat ini tengah beradu pandangan...
bercengkrama..
bercerita tentang masa depannya...
dengan gadis lain yang bukan engkau...???

sukakah engkau kiranya suamimu (kelak) saat ini tidak bisa tidur karena memikirkan gadis tersebut...??
menangis untuk gadis tersebut...??
dan berkata dengan hati hancur..."aku sangat mencintamu...aku sangat mencintaimu...???"
tidak patah hatikah engkau...???
sukakakah engkau bila suamimu (kelak ) berkata pada gadis lain.."tidak ada orang yang lebih aku cintai selain engkau...??"
menyebut gadis tersebut dalam doanya...
memohon pada Allah supaya gadis tersebut menjadi istrinya...

dan ternyata engkaulah yang kelak akan jadi istrinya...dan bukan gadis tersebut...???


jika engkau tidak suka akan hal itu...
jika engkau merasa cemburu....
maka demikian halnya dengan suamimu (kelak)...

dan...Allah jauh lebih cemburu daripada suamimu....
Allah lebih cemburu...saudariku...
melihat engkau sendirian...namun pikirannmu enggan berpindah dari laki-laki yang telah mengusik hatimu tersebut....

saudariku....kalian percaya takdir bukan..?


saudariku....kalian percaya takdir bukan..?

apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama...
maka...
sejauh apapun mereka...
sebanyak apapun rintangan yang menghalangi...
sebesar apapun beda diantara mereka...
sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya...

meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya...
meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya...
meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa...

PASTI tetap saja mereka akan bersatu....
seakan ada magnet yang menarik mereka...
akan ada hal yang datang...untuk menyatukan mereka berdua....
akan ada suatu kejadian...yang membuat mereka saling mendekat...dan akhirnya bersatu...

Dari Usamah bin Zaid, Rosulullah shollallahu’alaihi wasallam bersabda: “Tidak pernah kutinggalkan sepeninggalku godaan yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki selain daripada godaan wanita.”



namun...
apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh...
maka...
sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat...
sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya...
sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua...
sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya...
sedekat apapun...

PASTI...akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh...
ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok...
ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik....
ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu...

bahkan ketika mereka mungkin telah menetapkan tanggal pernikahan...


namun...yang perlu dicatat disini adalah...
yakinlah...bahwa yang diberikan oleh Allah...
yakinlah...bahwa yang digariskan oleh Allah...
yakinlah...bahwa yang telah ditulis oleh Allah dalam KitabNya..
adalah...yang terbaik untuk kita....
adalah....yang paling sesuai untuk kita...
adalah...yang paling membuat kita merasa bahagia,,,,

karena Dialah...yang paling mengerti kita...lebih dari kita sendiri...
Dialah...yang paling menyayangi kita...
Dialah...yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita...
sementara kita hanya sedikit saja mengetahuinya...dan itupun hanya berdasarkan pada persangkaan kita...

dan....yang perlu kita catat juga adalah...
JIKA KITA TIDAK MENDAPATKAN SUATU HAL YANG KITA INGINKAN...ITU BUKAN BERARTI BAHWA KITA TIDAK PANTAS UNTUK MENDAPATKANNYA....NAMUN JUSTRU BERARTI BAHWA...KITA PANTAS...KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK DARI HAL TERSEBUT...
KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK...SAUDARIKU....
LEBIH BAIK....

meskipun saat ini...mata manusia kita tidak memahaminya...
meskipun saat itu...perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata...
meskipun saat itu...otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk....

Tidak...jangan terburu-buru menvonis bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang buruk....bahwa engkau tidak pantas....
karena kelak...engkau akan menyadarinya...
engkau akan menyadarinya perlahan...bahwa apa yang telah hilang darimu....bahwa apa yang tidak engkau dapatkan....bukanlah yang terbaik untukmu...bukanlah yang pantas untukmu...bukanlah sesuatu yang baik ,,,,untukmu....

Dari Abu Huroiroh dari Rosululloh bersabda : "Berwasiatlah kalian yang baik kepada kaum wanita, karena mereka tercipta dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas, maka kalau engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya, namun jika engkau membiarkannya maka dia akan selamanya bengkok, oleh karena itu berwasiatlah yang baik kepada wanita.” (HR. Bukhori 5168, Muslim : 1468)



karena itu...saudariku...
jangan mubazirkan perasaanmu...air matamu...
jangan kau umbar semua perasaan cintamu ketika engkau tengah menjalin proses taarufan...
jangan kau umbar semua kekuranganmu...jangan kau ceritakan semuanya...
jangan kau terlalu ngotot ingin dengannya...jika engkau mencintainya...
karena belum tentu dia adalah jodohmu...
pun jangan takut bila ternyata kalian tidak merasa cocok...
karena Allah telah menetapkan yang terbaik untuk kalian...

maka...memohonlah padaNya...
mintalah padanya diberikan petunjuk...dan dijauhkan dari segala godaan yang ada...
karena...cinta sebelum pernikahan...pada hakekatnya adalah sebuah cobaan yang berat...

apakah kalian sering merasa takut…?? Karena hanya memiliki sedikit saja atau bahkan tidak memiliki teman laki-laki…???


kemudian saudariku….
apakah kalian sering merasa takut…?? Karena hanya memiliki sedikit saja atau bahkan tidak memiliki teman laki-laki…???
Apakah kalian merasa khawatir…???
Apakah kalian sering merasa iri melihat gadis-gadis lain yang banyak yang mencintai…banyak yang melamar…banyak yang menginginkannya…??
Pernahkan terlintas rasa iri tersebut pada kalian…???
Atau sekedar ungkapan…”hmm…enak ya..kamu…punya banyak temen laki-laki….”
“hmm..kamu sih enak…banyak yang mau…tinggal milih…?”
Saudariku…ketahuilah….
Kelak…kita hanya akan memiliki satu orang suami…
Hanya satu saudariku…atau kadang lebih…jika cerai dan menikah lagi…namun saat yang bersamaan…kita hanya akan punya satu suami bukan,,,,???
Jadi seberapa banyak pun laki-laki yang menyukai kita..
Seberapa banyak teman laki-laki kita…
Seberapa banyak kenalan kita….
Pada akhirnya kita hanya akan menikah dengan satu orang laki-laki…
Pada akhirnya kita hanya akan jadi milik satu orang laki-laki…


Dan…percayalah…semua itu tidak ada kaitannya dengan banyak sedikitnya kenalan…banyak sedikitnya teman laki-laki

sama sekali tidak...
karena jika wanita yang terjaga maka Allahlah yang akan mengirimkan pendamping untuknya...
karena wanita yang terjaga adalah wanita yang banyak didamba oleh seorang ikhwan sejati...
jadi...jagalah dirimu...hatimu...kehormatanmu...sebelum saatnya tiba...

perbanyak bekalmu...dan doamu...
yakinlah...bahwa Allah yang akan memilihkan yang terbaik untukmu...
amien...



*Ya Allah...karuniakanlah kami seorang suami yang sholeh...
yang menjaga dirinya...
yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya...
yang senantiasa memperbaiki dirinya...
yang senantiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah...
yang baik akhlaknya...
yang menerima kami apa adanya...
yang membimbing kami dengan lemah lembut...
yang akan membawa kami menuju JannahMu Ya Rabb...


kabulkan ya Allah...
amien...
dan segerakanlah...karena hati kami teramat lemah...dan cinta sebelum menikah adalah sebuah cobaan yang berat...



al wakrah,
penghujung tahun, 11 Desember 2009


Dicopas dari note Ukhtina Inur Masih Dhaif Ilmunya (Nur Laela Ummu Hannan)

Read More......



judul asli : Antara Saya, Cinta, dan Pria (Semua Atas Nama Cinta)

diambil dari catatan ummu faruq ashaira
sumber :http://www.facebook.com/home.php?#/notes/ummu-faruq-ashaira/antara-saya-cinta-dan-pria-semua-atas-nama-cinta/217322314971


ATAS NAMA TAARUF....??????

Ini adalah kisah yang sudah sangat melegenda:
- Tentang Julius Caesar, kaisar Romawi yang rela kehilangan kehormatan, kesetiaan dan bahkan negaranya demi si Ratu Penggoda:Cleopatra. Semua dia lakukan (kata ahli sejarah)...atas nama cinta
- Ini kisah tentang pemuda bernama Romeo, demi seorang wanita, rela kehilangan keluarga, dan tentu saja nyawa... tetap saja: atas nama cinta -

Satu lagi, seorang janda bernama Khadijah, yang rela mengorbankan segalanya demi membela pemuda bernama Muhammad, yang dia yakini membawa risalah Tuhannya.

Ini juga :atas nama cinta kata Jalaluddin Rumi: cinta akan membuat yang pahit menjadi manis dan dengan cinta tembaga menjadi emas dengan cinta yang keruh menjadi jernih. Dengan cinta sakit menjadi obat, dengan cinta yang mati akan menjadi hidup, dan cintalah yang menjadikan seorang raja menjadi hamba sahaya dari pengetahuanlah cinta seperti tumbuh.

Afwan, aku bukan pujangga yang hendak membahas tentang cinta. Aku juga tidak sedang mencampuri urusan orang lain (Aku hanya ingin memposisikan diri sebagai seorang saudara.. yang wajib hukumnya untuk mengingatkan saudaranya yang mungkin...salah langkah.

Bila aku salah, atau artikel ini tak berkenan, mohon maaf. Itu saatnya aku untuk dikritisi. Aku ingin bicara atas nama wanita, terlebih akhwat (kalau boleh sih) tolong untuk para ikhwan (atau yang merasa sebagai muslim).

Wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, tetapi itulah fakta. Sangat mudah membuat wanita bermimpi.

Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami. Mungkin kami akan melengos kalau disapa. Atau membuang muka kalau dipuji. Namun, jujur saja, ada perasaan bangga. Bukan suka pada antum (mungkin) namun suka karena diperhatikan "lebih".

Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci. Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta'aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya. Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan.

Tolong, pahami arti cinta seperti pemahaman Umar Al Faruq: seperti induk kuda yang melangkah hati-hati karena takut menginjak anaknya (afwan, bener ini ya riwayatnya?). Bukan mengajak kami ke bibir neraka. Dengan SMS-SMS mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah label: ta'aruf.

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.



Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu! Ada beda persahabatan sebagai saudara, dengan hati yang sudah terjangkiti virus. Beda itu bernama "rasa" dan "pemaknaan"



Bukan, bukan seperti itu yang dicontohkan Rasulullah! Antum memang bukan Mush'ab. Antum juga tak sekualitas Yusuf as. Tetapi antum bukan Arjuna dan tak perlu berlagak seperti Casanova karena Islam sudah punya jalan keluar yang indah. Segeralah menikah atau jauhi wanita dengan puasa!


************************************************************************************
tambahan dari saya...^^
NASEHAT UNTUK DIRI SAYA PRIBADI...^^



tambahan dari saya...^^
buat nasehat saya pribadi...


saudariku....sahabatku...ukhty muslimah....,,,,

sungguhpun taaruf bukanlah sebuah permainan....bukan sekedar coba-coba...bukan sekedar perkiraan...
"hmm..siapa tau cocok..."
"hmm...siapa tau jodoh..."
"siapa tau..."siapa tau...'
atau bahkan..." Hmm....lumayanlah...buat hepi-hepian...???????"
astaghfirullah....

sungguh...Taaruf itu bukanlah sebuah keisengan seperti itu....!!!!

bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH ISLAM..adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah kesenangan terselubung...??????
bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH ISLAM..adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah kesenangan terselubung...??????


bagaimana mungkin suatu upaya untuk menghindari PACARAN...justru tanpa disadari masuk dalam PACARAN tersebut...
bagaiaman mungkin sebuah upaya untuk membuahkan suatu yang suci...suatu ikatan yang mahal harganya...sebuah perjanjian agung yakni PERNIKAHAN adalah sebuah lelucon yang bisa dilakukan dengan siapa saja...siapa saja yang mau...siapa saja yang ada...atau sebuah iseng-iseng berhadiah...???????????????


dengan perkataan...
"coba ah...sama dia...siapa tau...hehehe..???????!!!!!!!?????????"

TAARUF BUKAN HAL-HAL REMEH TEMEH SEPERTI ITU....!!!!!!!
TAARUF ITU SUNGGUH SUCI...!!!

sungguh bukan hak saya untuk berkata demikian sebenarnya...
saya bukan siapa-siapa...bahkan saya adalah orang yang sangat sangat awam dengan masalah ini....

tapi...sungguh miris hati saya ketika melihat realita...taaruf seakan jadi sebuah solusi atau jalan lain karena tidak boleh pacaran...!!!
akhibatnya...??? taaruf tiada bedanya dengan pacaran...???
lalu...??? taaruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan "selimut Islami..."????????

jika pacaran yang dibicarakan adalah...(hmm..mungkin ..^^)
"sayang...ketemuan yuk..."

jika taaruf...
"ukhty...sholat tahajud dulu...??????????"

jika pacaran mengungkapkan perasaan dengan
"sayang...aku cinta kamu..."

taaruf ...??
"ukhty...sungguh hati ini mencintaimu karena Allah...????"

sms-sms penuh perhatian...tiap hari...tiap jam...
telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari...
chatting..???
YANG DIBICARAKAN...??????? hmm..tidak jauh beda...!!!


kiranya semuanya telah tau...
bahwa wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki...

namun...saya wanita...dan ukhty pun wanita...

tapi kita juga tau...bahwa perhatian laki-laki...kasih sayangnya...sikap melindunginya...kesetiaannya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi seorang wanita...
tapi kita juga tau...bahwa perhatian laki-laki...kasih sayangnya...sikap melindunginya...kesetiaannya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi seorang wanita

mungkin kami para akhwat pada awalnya akan berkata...
"iih...iseng bgt sih..."
"nyebelin..."
"ganjen..."
"TP TP..."
"ngapain sih ngajak-ngajak taarufan nggak jelas.."

TAPI....kita semua juga tau....

cinta itu tumbuh karena terbiasa...

terbiasa dekat...
terbiasa ada...
terbiasa bersama...
terbiasa berantem..hhe..^^
terbiasa saling menyapa...
terbiasa diberi perhatian...
terbiasa saling mengobrol...hmm...


cinta itu teramat bening...
saat ini tiada apapun...namun perlahan...tanpa kita sadari...dia sudah menjalar ke seluruh bagian jiwa kita,,,menguasai kita...

awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan kehadirannya...
terganggu oleh sms-sms isengnya....
terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya....

namun...tanpa kita sadari...
saat ia tiada...
saat sms tak kunjung tiba...
saat telepon tak berdering lama....????
akan ada perasaan kehilangan....
setiap saat melihat ke HP...menunggu deringnya...
setiap saat melongok ke komputer...menunggu onlinenya.....

dan itukah...??? itukah saudariku....??? yang dinamakan dengan..."MENCINTAI KARENA ALLAH...???"
itukah...????
itukah....?????????

ya akhi...para ikhwan....
sungguh hati wanita ini lemah....
hati wanita itu mudah terjangkiti virus....

dan bagaimana jika kita telah jatuh cinta...
bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu...menginnginkan adanya kebersamaan...
merindukan adanya kasih yang tanpa akhir...
sementara....KITA BELUM HALAL....!!!!!! DAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI HALAL....!!!!!!

sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms mesramu...???
sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon mesramu...???
sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangis kami karena mulai merindukanmu...??? mulai berharap padamu...???

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.


Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu!


ya akhi....ikhwan...calon pemimpin kami di masa depan....
jika engkau benar-benar serius...mengapa engkau hanya bersembunyi dibalik internetmu...???
bersembunyi dibalik HPmu...???
bersembunyi dalam kata-katamu...????????

kita sudah lelah dengan semua itu...
sungguhpun kita tidak mengharapkan seorang laki-laki BERMENTAL TEMPE...
yang hanya berani di dunia maya...
yang hanya berani di dunia sms...

dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak cocok....

jika engkau memang sungguh serius...
DATANGLAH PADA ORANGTUA KAMI...!!!
JAWAB PERTANYAAN KAMI DENGAN LANTANG...!! DIHADAPAN KAMI...!!!!
JAWAB PERTANYAAN KAMI SECARA LANGSUNG....!!!!

kami wanita ingin pemimpin yang berani....
kami wanita yang ingin menjaga diri...
kami wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu...janji gombal....
kami wanita yang ingin laki-laki yang halal.....
DENGARLAH AKHI...KAMI WANITA YANG BERBEDA...!!!!!!


PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN....
DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA...!!!


kata-kata di bawah ini copas dari...http://fsialbiruni.multiply.com/journal/item/6
dari milis group "saudaraku, perasaanku bukan kelinci percobaan"
kata-kata di bawah ini copas dari...http://fsialbiruni.multiply.com/journal/item/6
dari milis group "saudaraku, perasaanku bukan kelinci percobaan"


Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.

Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….



MUNGKIN SALAH SEORANG LAKI-LAKI AKAN BERTANYA..." mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf.."
maka...
wanita akan menjawab..

suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami...
akan kami layani kebutuhannya....
akan kami tunggu kehadirannya...
akan kami berikan jiwa kami...raga kami....
bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami...meski hanya dalam rangka taaruf...??
suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami...penjaga kami...pelindung kami...
bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan...meski hanya sebatas tukaran biodata..??
mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga...
ketaatan pada suami adalah lambang kesholihan kami....
bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya sebatas kata..."baik saya setuju...taarufan..."


ya akhi....saudaraku...para ikhwan....
JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI...!!!!!
KETAHUILAH...KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA...!!!!!



Jika orang lain asik menyibukkan diri dengan mengganti-ganti siapa yang berlabuh di hatinya. Namun mengapa kita tidak menyibukkan diri untuk merenung, bagimana jika nantinya hati ini harus berlabuh ke dermaga lain sebelum sampai kepada dermaga miliknya…

Apakah kita rela jika harus memberikan muatan sisa kepada dermaga yang pernah lelah menunggu dirimu…???

Jika memang nantinya Allah akan berikan kita kepada seseorang, maka untuk apa kita harus berikan hati ini kepada yang bukan miliknya???Berusalah untuk menjatuhkan hati kita kepada siapa yang diberikan Allah kepada kita, karena hanya dialah yang berhak menempatinya… Insya Allah... See More

Apakah kita tega jika harus memberikan hati ini untuk orang lain??? Sedangkan saat ini dia sedang menunggu kedatangan kita??? Jatuhkanlah hatimu kepadanya yang halal, karena hanya dialah yang berhak menempati hatimu itu, walaupun engkau belum pernah melihat kehadirannya sekalipun. Insya Allah Allahuma Amiin

Pertanyaan…
[Apakah itu salah??? Apakah kita hanya dperbolehkan berlabuh disatu dermaga saja?]
Cinta itu fitrah, ngak masalah, seseorang menyukai lawan jenisnya itu tandanya wajar, namun usahakanlah untuk tidak menjadikan siapa yg kita kagumi itu seperti kita mencintai istri kita kelak, apakah antum mau memberikan hati antum secara sisa kepada kekasih antum kelak?

Kita menjaga hati itu untuk menghargai kepada siapa yang kita nikahi, karena dia adalah pemberian Allah dan dia merupakan karunia Allah terhadap kita
Lalu apakah ketika kita jatuh cinta yg dimana cinta itu tidak berada pada jalur yg Dirahmati oleh Allah maka akan membawakan ketentraman di hati kita? belum tentu saudaraku…

Justru itu, jika memang nantinya kita akan menikah dengan satu orang, lalu mengapa kita harus memberikan hati kita kepada yg bukan miliknya? Jika kita harus mencintai orang yang bukan milik kita secara berlebihan seperti halnya kepada istri kita, bukankah hal ini lebih ke arah kesia-siaan?

Jika masalah hati saja rusak, maka kita akan sulit untuk memasukkan keimanan dihati seseorang, namun jika kita membuat seseorang terlatih Cintanya kepada Allah, insya Allah keimanan akan mudah dimasukkan kedalam hatinya.

Namun ketahuilah dengan kita memelihara hati kita mejadi jinak, bukankah kita akan cenderung menyibukkan diri untuk menahan diri dan berdoa kepada Allah agar kita dapat senantiasa kita selalu berada di jalan yg Dia Cintai, Sehingga dia akan cenderung memelihara hatinya dan menyibukkan dirinya Untuk Mencintai dan Menambah Rasa Malunya Kepada Allah. Namun apakah hal ini dapat dirasakan oleh seseorang yg menzalimi hatinya?

PS: Sesuatu akan jauh lebih indah jika kita ikhlas menjalankannya, apalagi kita mengetahui bahwa apa-apa yg kita anggap baik bagi diri kita belum tentu hal itu baik bagi diri kita entah untuk sekarang ataupun untuk selanjutnya, pernikahan bukanlah untuk saat ini dan esok hari, melainkan untuk selamanya maka belajarlah untuk mencintai siapa yang akan dinikahi…Insya Allah

Read More......