وإذا أخطأ المعلم في شيء فلينبهه برفق ولطف بحسب المقام ، ولا يقول له : أخطأت ، أو ليس الأمر كما تقول ، بل يأتي بعبارة لطيفة يدرك بها المعلم خطأه من دون أن يتشوش قلبه ، فإن هذا من الحقوق اللازمة وهو أدعى إلى الوصول إلى الصواب

فإن الرد الذي يصحبه سوء الأدب وإزعاج القلب يمنع من تصور الصواب ومن قصده

========

Jika seorang ustadz salah dalam sesuatu, berilah ia peringatan dengan lembut dan lunak sesuai keadaan

Janganlah ia berkata kepada usatadznya,

Engkau telah salah!” atau “Perkara itu tidak sebagaimana yang Engkau katakan!”

Akan tetapi, hendaknya dia datang dengan ungkapan yang lembut yang diketahui seorang ustadz bahwa dia salah, tanpa mengacaukan hati ustadz tersebut. Ini adalah temasuk hak-hak pengajar yang pasti. Hal ini lebih mengajak kepada sampainya kebenaran.

Sesungguhnya bantahan yang disertai adab yang jelek dan kecemasan hati, akan menghalangi tergambarnya kebenaran dan maksud dalam bantahan tersebut.”

—selesai penukilan—

  • Nukilan di atas adalah di antara lembaran-lembaran yang ditulis Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di dalam Fatawa As-Sa’diyyah. Syaikh Dr. Abdussalam bin Barjaz Abdul Karim mengumpulkan fatwa-fatwa yang berkatian dengan ilmu, lalu ia beri judul, dan dijadikan sebagai risalah penutup kitab beliau, عوائق الطلب /’awa-iqi at-Thalab/ “Rintangan-Rintangan dalam Menunut Ilmu Syar’i”. Ini adalah kitab yang Selayaknya dibaca penuntut ilmu syar’i. Silakan dapatkan kitabnya (microsoft word, 34 halaman) >>> di sini <<<<

.

akhukum,

Abu Muhammad Al-’Ashri

=================

http://alashree.wordpress.com/2010/01/25/jika-ustadz-salah/

0 comments:

Poskan Komentar