Abi, kau pahlawan dalam keluarga kami.
Abi, kaulah yang membantu ibu memiliki aku.
Abi, kau tulang punggung kami.
Abi, kaulah pelindung di dalam rumah.
Tulangmu kuat melebihi isteri dan anak perempuanmu.
Tenagamu selalu siap sedia menolong kami.
Kakimu lebih kokoh daripada kami ketika berdiri.
Abi, isteri dan anak-anakmu mencintaimu.
Abi, senyummu yang manis membuat aku menyayangimu.
Abi, aku suka belaian sayangmu.
Abi, aku senang dengan kata-katamu yang lembut.
Abi, aku bahagia melihat tatapan sendumu.
Abi, kau selau mengajarkanku ilmu syar’i.
Kau tak pernah lelah memperingatkanku tentang kemalasan kami menuntut ilmu.
Abi, kau tak pernah bosan memberi kami tausyah.
Abi, senyummu membuatku mengerti kau adalah Abi yang terbaik.
Abi, peluhmu mencari nafkah tak pernah kau hiraukan.
Walau sakit menyapamu kau tetap tersenyum untuk kami.
Meskipun aku selalu menggodamu dengan sedikit kenakalanku, tapi kau tetap berkata pelan untukku.
Meski kaupun memiliki berbagai macam kelemahan, kau tetap Abiku.
Kau bukan manusia sempurna, namun kau selalu berusaha melakukan dengan cara-cara yang sempurna.
Abi, tersenyumlah untuk ku.
Abi, aku ingin bermanja denganmu.
Abi, tinggikan aku di saat aku rendah.
Abi, peluklah aku disaat rindukan mu.
Abi, temani aku ketika sendiri berjalan dalam kehampaan.
Abi, aku ingin diajari ilmu syar’i.
Abi, kemarilah bersamaku.
Abi, aku rindu senyum mu.
Senyum yang tak pernah hilang dari bibir merahmu.
Abi, kemakah semua itu…
Abi, aku kehilangan yang dulu pernah kau berikan.
Abi, aku ingin belaian sayangmu lagi.
Abi, kau laki-laki tangguh ku.
Dan akhirnya ketika aku sadar, aku memang benar-benar kehilangan mu.
Kekasihmu telah mengambilmu.
Abi, kau telah kembali untukNya.
Abi, kau telah pergi tinggalkan aku untuk selamanya.
Abi, kau telah diam dalam tempatmu.
Abi, jangan kau takutkan aku akan bersedih dalam laraku.
Abi, jangan kau bingung aku menjadi apa.
Aku memiliki Kekasih yang hanya Dia yang aku cintai.
Hanya ilmu yang kau ajarkan yang tersimpan dalam relung jiwaku.
Ilmu yang selalu membuatku mengerti bahwa kematian telah menungguku.
Abi, jika Dia berkehendak, kita akan dipertemukan dalam SurgaNya.
Selamat tinggal Abi…
Selamat jalan pahlawan ku…
Senyum terakhirmu akan kusimpan dalam langkahku…
Dan seyummu tak akan pernah kulihat…

0 comments:

Poskan Komentar