Wahai Anak ku…! Maafkan Aku,pada hari ini aku tidak dapat menolong Mu.
Wahai Bapak ku...! Maafkan Anakmu,pada hari ini aku tidak dapat membantu mu.

Wahai saudara ku, ketahuilah.....!
Jika engkau sakit, orangtua mu membantu mu. Jika engkau tidak punya uang, orangtua mu yang memberinya. Jika engkau sedih, orangtua mu menghiburmu. Jika engkau didalam kesulitan dan masalah, orangtua mu membantumu. Maka ketahuilah wahai saudara ku.... Ingatlah suatu hari yang tidak bisa berbuat apa – apa, seorang anak tidak bisa menolong bapak nya. Seorang bapak tidak bisa menolong anak nya. ”Wahai bapak ku. Tolonglah aku..? Wahai anak ku... Maafkan Aku... Aku tidak bisa membantumu”
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, didalam al-Quran didalam surat Al-Luqman

”Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” (Q.S Luqman ayat 33)

Allah subhanahu wa Ta’ala memperingatkan manusia terhadap hari berbangkit (kiamat) dan memerintahkan kepada mereka untuk bertakwa kepada-Nya, menjalankan perintahnya dan menjauhi larangan nya, takutlah kepada-Nya, dan khawatirlah menghadapi hari kiamat karena pada hari itu :

”Seorang bapak tidak dapat menolong anaknya” (Q.S Luqman ayat 33)

Seandainya seorang bapak hendak menebus anaknya dengan dirinya, maka pastilah tebusan nya (bapak itu) ditolak. Demikian pula sebaliknya, seandainya seorang anak bermaksud menebus bapaknya dengan dirinya tidak diterima (tebusannya). Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala menasehati mu dengan firman-Nya.

”Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu,” (Q.S Luqman ayat 33)

Namun hanya sedikit diantara kita mendengar nasehat ini, kita terlena dengan hidup tenang di dunia hingga melupakan negeri akhirat. Kita melupakan kewajiban (beribadah kepada Allah). Berapa banyak shalat yang kita tinggalkan, berapa banyak puasa yang kita tinggalkan berapa banyak perintah yang kita langgar. Maka ketahuilah wahai saudara ku... satu hari yang tidak ada tolong menolong. Satu hari yang akan menimbulkan penyesalan bagi orang – orang yang lalai, dan mereka berkata

"Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?" (Q.S Asy-Syuura ayat 44)

Ketahuilah wahai saudara ku. Tidak akan ada jalan untuk itu. Maka pergunakanlah waktu mu dengan sebaik – baik nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan jalan keluarnya yaitu bertakwa kepada-Nya. Sebagaimana firman nya, didalam ayat diatas
”Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu.” (Q.S Luqman ayat 33)

Wahai saudara ku, sesungguhnya ketakwaanlah bekal yang harus kita bawa dan dengan nya Allah masukkan kita kesurga nya.

”Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal. (Q.S Al-Baqarah ayat 197)

Para Ulama mengatakan: ”Takwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan nya.”
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kami tutup nasehat ini dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu Tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya dan mereka mendirikan sembahyang. dan Barangsiapa yang mensucikan dirinya, Sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. dan kepada Allahlah kembali(mu).” (Q.S Al-Faathir ayat 18)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Q.S Al-Baqarah ayat 277)

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati kita dan memasukkan kita semua nya, kedalam surga nya bersama kedua orangtua kita dan seluruh keluarga kita dan kaum muslimin yang lain nya.

maka pelajarilah agama mu, niscaya engkau melihat kemudahan
maka berilah waktu siapkanlah bekal mu....seorang sahabat berkata,,

"Wahai Allah... betapa panjangnya perjalanan ku, betapa sedikitnya bekal ku."

subhanallah... maka renungkanlah kata-kata yang emas ini. DIMANAKAH ORANG - ORANG YANG MAU BELAJAR AGAMA?

dari beberapa sumber yang shahih diantaranya Tafsir Al-Quran Al-Azhim karya Imam Ibnu Katsir Rahimahullah.

0 comments:

Poskan Komentar