Kiriman dari Abu Farros Fahrozi/Abu Farros Al-Ghulinmawriy

Kepada
Hamba ALLAH yang menganiaya
diri-diri mereka

Assalaamu 'Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Segala puji ALLAH semata. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejahatan yang dibisikkan oleh jiwa-jiwa kami dan dari keburukan perbuatan kami. Aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah selain ALLAH Ta'ala semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Salam dan shalawat semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam, keluarga beliau, shahabat beliau serta seluruh pengikut beliau yang ikhlash hingga hari kiamat.

Ketahuilah bahwa sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.

ALLAH Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Ashr : 1-3, yang terjemahannya :

“Demi masa ; sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian ; kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati untuk mentaati kebenaran dan nasehat menasehati untuk menetapi kesabaran”

Dengan izin ALLAH Tabaraka wa Ta'ala, dan didorong oleh keinginan untuk mendapatkan ridha-Nya, maka lembaran ini ditulis.

Ya ukhti (saudara perempuan),……………..

ALLAH Ta'ala berfirman dalam surah 33:59, yang terjemahannya :

“Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak wanitamu dan istri orang-orang mu’min agar mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

ALLAH Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur’an surah 24:31, yang terjemahannya :

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya serta tidak menampakkan perhiasannya kecuali (yang biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka.”

Firman ALLAH Ta'ala dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ :32, yang terjemahannya :

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.”

Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam, yang terjemahannya :

“sungguh, ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits Riwayat Ath Thabrani dalam Shahihul Jami’)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam bersabda, yang terjemahannya :

“Janganlah seorang pria berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita, karena sesungguhnya teman ketiga mereka adalah syetan.” (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad dengan isnad shahih dari Umar Radhiallahu 'Anhu)

Ukhti………………

ALLAH Ta’ala adalah pencipta alam ini. Langit yang tujuh dan bumi yang tujuh senantiasa berada dalam kekuasaan-Nya. Gunung yang tinggi, jurang yang dalam, lautan yang menghampar, dan gurun yang seolah tak bertepi adalah kepunyaan-Nya. Mereka semua takut kepada-Nya.

Lihatlah Bima Sakti, niscaya engkau mendapatinya seolah titik di tengah luasnya ruang angkasa.

Lihatlah bumi, niscaya engkau mendapatinya seolah titik di tengah luasnya Bima Sakti.

Lihatlah gunung yang tinggi, niscaya engkau mendapatinya seolah titik di tengah luasnya bumi.

Kemudian lihatlah dirimu, niscaya engkau mendapatinya seolah titik diantara deretan pegunungan.

Setelah itu semua, masih layakkah diri itu sombong dan menentang Sang Maha Pencipta…….masih pantaskah diri itu merasa aman dari azab-Nya……..masih bolehkah ia melecehkan Firman-Firman-Nya…..masihkah ukhti…………? Sedangkan bima sakti nan megah itu, bumi yang menjadi sumber penghidupanmu, matahari yang bersinar, dan semuanya…….…….bertasbih memuji-Nya dalam keadaan rela !!

Sungguh…….diri itu dulunya hanyalah setetes mani yang hina. Kemudian ALLAH Ta’ala memilihnya diantara sekian ribu lainnya, untuk menjadi manusia. Seandainya ia tak dipilih, mengalirlah ia di selokan-selokan hitam nan busuk bersama busa-busa deterjen murahan. Namun ALLAH Ta’ala memilihnya, ALLAH Ta’ala mengangkat derajatnya sebagai makhluk yang diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Tetapi…….ia kemudian durhaka, Ia sombong dan menentang Firman Rabb-nya, ia tidak mengindahkan peringatan-peringatan yang disampaikan kepadanya, ia melecehkan sabda-sabda utusan-Nya, ia menganggap neraka hanyalah bualan mimpi belaka, ia mengira akhirat adalah fatamorgana yang menipu, ia mengira kehidupan setelah kematian adalah dongeng-dongeng pengantar tidur…… .

Ukhti……..jawablah……ganjaran apakah yang pantas diberikan kepadanya, padahal ia dulunya hanyalah mani yang hina….?

Ukhti…….ALLAH Ta’ala telah mengangkat derajat kaummu. Dari rahim-rahim mereka lahir para Nabi (keselamatan semoga senantiasa bagi mereka semuanya), dari rahim mereka pulalah lahir para ulama pewaris Nabi, dan tak ketinggalan pula para pemikir-pemikir brilliant lahir dari rahim mereka. Tidakkah diri itu bangga dan bahagia jika dari rahimnya lahir seorang ‘alim nan shalih yang senantiasa dikenang keluhuran budinya, ataukah seorang yang cerdas yang senantiasa dekat dengan Rabb-nya………tidakkah….? Sungguh, siapapun akan bahagia…ukhti !!

Namun, apatah jadinya jika yang lahir itu adalah seorang anak yang tak jelas siapa ayahnya……yang kemudian dilecehkan dan dijauhi oleh masyarakatnya……? Tidakkah hati itu sakit…….? Tidakkah hati itu ingin berteriak lepas……? Tidakkah hati itu merana ……….?

Ukhti, sebelum itu semua terjadi. Sebelum musibah dan bencana itu menimpamu, sebelum segala sesuatunya menjadi penyesalan di kemudian hari…………….Ayo, kuatkan hatimu, mantapkan imanmu dan bertaubatlah….. sesungguhnya ALLAH Maha Penerima Taubat……tinggalkanlah lakon yang sedang engkau jalani saat ini, lupakanlah semua kenangan buruk itu, jauhkanlah dirimu dari neraka, larilah sebisamu darinya…………………songsonglah surga, yang ALLAH siapkan bagi orang-orang yang beriman……..

Perumpamaan manusia yang memadu kasih (pacaran) di jalan yang diharamkan ALLAH Ta’ala baginya…………adalah seperti seseorang yang senantiasa berdiri di tepian jurang yang dalam. Di bawahnya, berdiri kokoh batuan cadas yang siap merobek-robek siapapun yang jatuh ke dalamnya. Ketika dikatakan kepadanya, menjauhlah dari jurang itu, selamatkanlah dirimu…!! maka ia berkata : “Tidak….., aku mampu menahannya, aku mampu menjaga diriku agar tidak jatuh ke dalamnya…” Padahal angin senantiasa menderu menerpa tubuh kecilnya, dan musim senantiasa berpihak kepada angin, agar angin semakin kencang mendorongnya memasuki jurang itu………namun ia tetap tidak beranjak dari tempatnya…..ia tetap tak bergeming dengan peringatan-peringatan………sampai suatu ketika………..tersiarlah kabar, bahwa ia telah mengakhiri petualangannya……..dengan cara yang sangat mengenaskan…………IA TELAH TERJATUH KE DALAM JURANG………………….!!!!!

Ukhti………….

Bersama lembaran ini, ana berpesan kepada ukhti….. untuk mencari buku yang ditulis oleh ayahandamu Syaikh Ali Thanthawi…………………Ana juga berharap agar ukhti mencari buku yang berjudul “Taubat, Jalan Pintas Menebus Dosa”, karena ana melihat begitu banyak manfaat dalam buku tersebut, bagi jiwa yang sedih, bagi jiwa yang kering dan membutuhkan “makanan”…….

Akhir kata, Jika sekiranya……………ada kata yang kurang berkenan, atau ada kata yang salah…..tolong, maafkanlah , …..dan sampaikanlah kepada ana, agar ana bisa memperbaiki diri dengannya……Sesungguhnya ana takut akan suatu hari dimana semua ummat manusia dikumpulkan dan ana termasuk orang-orang yang merugi di antara mereka……

Wallahu a'lam...

2 comments:

Anonim mengatakan...

Bismillah..

Assalamu'alaikum..

Ana ada ukh softcopy buku ya binti karya syaikh Ali Thanthowi.. Mungkin bisa dipost d blog anti.. Jazakillahu khair,.

Ummu Zahratun Nisa As-Sundawiyyah mengatakan...

wa'alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh
tafadhal..
wa jazakillahu khayran

Poskan Komentar