بسم الله الر حمن الرحيم
Menjauhi Popularitas
Ditulis oleh: Al-Ustadz Ahmad Hamdani

Dari Habib bin Abi Tsabit, katanya: “Pada suatu hari Abdullah bin Mas’ud keluar dari rumahnya, kemudian manusia membuntutinya. Ia bertanya: ‘Apakah kalian punya keperluan?. ‘Tidak, akan tetapi kami ingin berjalan bersamamu’, jaw ab mereka. ‘Kembalilah, sesungguhnya hal itu sebuah kehinaan bagi yang mengikuti dan membahayakan (fitnah) hati bagi yang diikuti.’ tukas Ibnu Mas’ud. (Shifatush Shafwah, 1/406)

Dari Al-Harits bin Suwaid, katanya: “Abdullah bin Mas’ud berkata: ‘Seandainya kalian mengetahui diriku (seperti) yang aku ketahui, pasti kalian akan menaburi tanah di ats kepalaku’.” (Shifatush Shafwah, 1/406, 497)

Dari Bistham bin Muslim, katanya: “Adalah Muhammad bin Sirin jika berjalan dengan sseorang, ia berdiri dan berkata, ‘Apakah kamu punya keperluan?’. Jika orang yang berjalan bersamanya mempunyai keperluan, maka ia tunaikan. Dan jika kembali berjalan bers amanya, ia bertanya lagi, ’Apakah kamu mempunyai keperluan?.” (Shifatush Shafwah 3/243)

Dari Al-Hasan, salah seorang murid Ibnul Mubarak, katanya: “Pada suatu hari aku bepergian bersama Ibnul Mubarak. Lalu kami mendatangi tempat air minum di mana manusia berkerumun untuk mengambil airnya. Ibnul Mubarak mendekat untuk minum. Tidak ada seorangpun yang mengenalnya sehingga mereka mendesa k dan menyingkirkannya. Ketika telah keluar, berkatalah ia kepadaku, ‘Inilah kehidupan, yaitu kita tidak dikenal dan tidak dihormati. ’ Ketika di Kufah, kitab manasik dibacakan kepadanya, hingga sampai pada hadits dan terdapat ucapan Abdullah bin Al-Mubarak (Ibnul Mubarak, red) dan kami mengambilnya. Ia berkata, ‘Siapa yang menulis ucapanku ini?’ Aku katakan, ‘Penulis.’ Maka ia mengerik tulisan itu dengan jari tangannya hingga terhapus, kemudian berkata, ’Siapakah aku hingga ditulis ucapannya?’.” (Shifatush Shafwah, 5/135)

Dari seseorang, katanya: “Aku melihat wajah Al-Imam Ahmad sangat muram setelah dipuji seseorang (dengan ucapan) ‘Jazakallahu khairan (sem oga Allah membalas Anda dengan kebaikan, red) atas perjuangan Islam Anda. Al-Imam Ahmad berkata, ‘Bahkan Allah telah memberi kebaikan Islam kepadaku. Siapakah aku ini?’.” (Siyar A’lamin Nubala, 11/225)

Dikutip dari kitab: Aina Nahnu min Akhlaqis Salaf, hal. 23-24

Sumber: Majalah Asy-Syariah Vol. I/No. 06/Maret 2004/Muharram 1425 H, halaman 1, pada rubrik “Permata Salaf”

0 comments:

Poskan Komentar